ENREKANG, BKM — Dua rumah warga Desa Buntu Sarong Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang, terancam ambruk akibat pergeseran tanah sepanjang 12 meter yang mengakibatkan longsor.
Rumah tersebut milik Muding dan Dahlan. Rumah mereka berada tidak jauh dari lokasi longsor, yang terjadi Senin (25/9) lalu. Selain dua rumah tersebut, longsor juga merusak jalan desa sepanjang 20 meter.
Kepala Desa Buntu Sarong, Sudarman mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 Wita.
“Malam itu curah hujan sangat tinggi sehingga air hujan menggenangi sebagian badan jalan. Akibatnya, tanah yang ada di sisi jalan tidak mampu menahan derasnya air sehingga tanah bergeser,”jelas Sudarman kemarin.
Sementara, personil TRC BPBD, Naslan saat meninjau lokasi mengatakan, kondisi tanah di wilayah tersebut memang sangat labil, sehingga apabila curah hujan tinggi, maka tanah tidak mampu menampung air.
“Kondisi tanah sangat labil, sehingga tidak mampu menahan jumlah air yang sangat besar. Itulah sebabnya tanah bergeser dan menyebabkan longsor,” ujar Naslan.
Akibatnya, jalan yang menghubungkan antara Dusun Petekkong dan Dusun Panggandangan amblas sepanjang 20 meter dengan lebar 4 meter. Dua rumah warga Muding dan Dahlan yang berjarak 3 meter dari lokasi juga terancam.
“Jalanan sudah tidak bisa dilalui Kendaraan. Untuk melaluinya, kendaraan terpaksa masuk di pekarangan rumah milik Muding dan Dahlan,” lanjut Naslan.
Selain itu, kebun kopi warga sekitar puluhan hektar juga terancam. Tiang listrik milik PLN yang berada di sekitar lokasi juga terancam.Jika tidak ditangani sepecatnya, kemungkinan akan menambah dampak kerusakan, khususnya jalan poros di desa tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Enrekang, Benny Manjsur menghimbau kepada warga Desa Buntu Sarong untuk berhati-berhati, khususnya jika hujan kembali mengguyur di desa mereka.
“Kepada seluruh masyarakat, khususnya yang ada di Desa Buntu Sarong untuk lebih waspada jika terjadi hujan, karena kemungkinan akan terjadi longsor susulan,” jelas Benny. (her/C)

