MAKASAR, BKM–Sehari setelah bakal calon gubernur Ichsan Yasin Limpo (IYL) melontarkan bila ada kekuatan besar yang menghalanginya agar maju di Pilgub Sulsel, maka kali ini pasangan Andi Mudzakkar kembali mendapat kritik dari kubu lawan. IYL dituding tidak menghargai adat suku Kajang saat melakukan silaturahmi dengan Amma Toa di Kajang akhir pekan lalu lantaran diduga memakai sandal ketika masuk ke Tana Toa, Kajang.
Yang mengkritik pun, justru tidak berada di tempat saat IYL berjalan kaki masuk ke kediaman Amma Toa. Sehingga tentu informasi yang didapatkan hanya sepotong-potong tentang IYL yang mengenakan sandal. Padahal, sebelum masuk, IYL datang bersama Andi Mudzakkar disambut secara adat para pemangku adat. Termasuk IYL membuka sepatunya sebelum berjalan kaki tanpa pengalas untuk masuk.
Bukti IYL tidak mengenakan sandal saat masuk, juga sempat terekam lewat foto yang diabadikan fotografer. Begitu pun ketika menginjakkan kaki sekitar 500 meter sebelum kediaman Amma Toa, tidak ada satu pun yang mengambil gambar. Sehingga jika ada foto yang beredar, bisa dipastikan itu sebelum sampai ke kediaman Amma Toa atau sebelum ada larangan mengambil gambar. “Ada-ada saja yah. Apa sih yang dilakukan Pak Ichsan tidak dicarikan masalah agar jadi polemik,”ujar Tim IYL-Cakka, Ian Latanro, Selasa (3/10).
Sementara itu, dukungan kepada pasangan NH-Aziz terus berdatangan. Kali ini berasal dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). AMM menyatakan mendukung kadernya pada kontestasi Pilgub Sulsel Juni 2018 nanti.
Hal itu disampaikan aktivis AMM ketika bertemu dan berdiskusi bersama Aziz Qahhar di Warkop 212, Selasa petang, (3/10). Kader aktivis ini berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pemuda.
Pertemuan ini diinisiasi Munawir dan Asrullah. Dalam kesempatan tersebut, Munawir mengatakan secara gamblang bahwa aktivis AMM mendukung NH-Aziz.
Senada dengan hal itu, Munawir menilai sosok NH-Aziz merupakan figur yang layak dalam melanjutkan estafet kepemimpinan di Sulsel untuk lima tahun ke depan. “Kesimpulanya bahwa pasca akan berakhirnya kepemimpinan Pak Syahrul sebagai gubernur, yang ideal menurut kami yang layak menggantikanya adalah Pak NH dan Ustadz Azis,” ungkapnya.
Aziz juga mengapresiasi dukungan yang terus mengalir. Ia juga bersilaturahmi dengan masyarakat jamaah masjid Mu’min, Jalan Sungai Sa’dang Baru, Makassar. (rif)
Ian: IYL-Cakka Selalu Dicarikan Masalah
×

