MAKASSAR, BKM–Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel masih terbilang cukup lama yakni 8 bulan lagi, namun konstelasi politik terus memanas lantaran adanya dukungan partai yang mudah berubah.
Tak hanya itu, saling serang antara kubu dan pendukung mulai ikut mewarnai kontestasi pergantian gubernur dan wakil gubernur ini semakin memanas di media sosial.
Untuk itu, mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Makassar dua periode H Busrah Abdullah berharap tak perlu ada kader yang marah atau kecewa karena hal tersebut merupakan hak dan kewenangan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Untuk itu, Busrah yang pernah tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD Makassar ini mengajak pada semua kader untuk bersatu mengamankan perintah DPP mengusung Nurdin Abdullah (NA) di Pilgub Sulsel 27 Juni 2018 nanti. “Saya berharap kader tetap solid atas perintah DPP dan ketua DPW PAN Sulsel,”ujar Busrah, Kamis (5/10).
Dosen politik Unismuh Makassar Andi Luhur Prianto menyebut setiap bakal calon tentu punya strategi khusus untuk memenangkan pertarungan di Pilgub Sulsel. Tak terkecuali, kata dia, mengabaikan politik santun dan beretika.
Menurut Luhur, situasi PAN saat ini, kata dia, menggambarkan sentralisasi dan pragmatisme dalam pengambilan keputusan serta tidak terjadinya pelimpahan delegasi ke level pimpinan wilayah.
Luhur mengemukakan bila sejauh ini PAN belum mengeluarkan keputusan resmi soal usungan di Pilgub, namun pragmatisme elektoral dari partai pasti akan lebih ditonjolkan. “Masih terbuka peluang untuk IYL maupun NA. Keputusan partai politik biasanya perpaduan antara idealisme dan pragmatisme elektoral. Ini level pengurus DPP, yang membuat statemen adalah lapis elite yang berbeda,”tambahnya.
Sementara itu, bakal calon wakil gubernur Abd Aziz Qahhar Mudzakkar menemui warga Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap. Camat Dua Pitue, Andi Baktiar pun menyambut kedatangan senator tiga periode ini. “Beliau masih menyempatkan diri untuk hadir di acara kita ini, bahkan ia rela pulang pergi karena acara ini,” puji camat dengan jabatan terlama di Sidrap ini, selama 9 tahun.
Menurutnya, kedatangan Aziz merupakan bukti kedekatan wakil Nurdin Halid ini dengan rakyat kecil sehingga mampu memahami kebutuhan rakyat kecil. “Kita berdoa semoga ke depannya hal baik selalu bersamanya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, 15 kepala desa dan 20 perwakilan kepala dusun serta perwakilan kepala lingkungan menyerahkan surat pernyataan dukungan kepada pasangan NH-Aziz di Pilgub mendatang. Hal ini dipertegas ketua Tim Pejuang Bersatu Sidrap, Abu Hamid. “Masih banyak sekali kepala dusun dan kepala lingkungan, akan tetapi yang 20 tadi hanya perwakilan saja, mereka tetap mendukung NH Aziz,” ujar loyalis Aziz Qahhar ini.(rif)
Busrah Ajak Kader PAN Solid Dukung Keputusan DPP
×

