MAKASSAR, BKM — Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok Sulsel 2018 mulai berproses.
Pihak eksekutif, dalam hal ini Pemprov Sulsel menyelesaikan draft Rancangan APBD. Tinggal menunggu pihak eksekutif (DPRD) untuk membahas dan memfinalkan KUA PPAS.
“Kalau bisa selesai pekan ini, tentu APBD-P kita kirim akhir November. Target kita November bisa digunakan,” ungkap Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Latif di Kantor Gubernur Sulsel, akhir pekan lalu.
Sejauh ini, ungkap Latif, pihaknya belum bisa memprediksi besaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang akan diberikan pemerintah pusat untuk Sulsel. Sehingga belum bisa diprediksi secara tepat postur APBD untuk tahun depan.
“Belum ada gambaran berapa dana transfer yang akan diberikan untuk Sulsel. Sehingga baik itu DAK fisik maupun non fisik, belum ada gambaran, ” jelasnya.
Khusus untuk pekerjaan infrasfruktur dan konstruksi, tahun depan, masih ada sejumlah proyek yang akan dilanjutkan. Anggarannya pun masih direncanakan masuk ke APBD Pokok 2018.
Diantaranya, masjid di kawasan Centre Point of Indonesia (CoI), insfrastruktur jalan, dan irigasi.
Khusus untuk utang-utang Pemprov Sulsel, Latif menegaskan, tetap akan dipersiapkan juga pembayarannya pada APBD 2018 mendatang.
“Kalau tidak salah, utang Pemprov Sulsel masih ada sekitar 160 miliar. Saya kira itu tidak ada persoalan. Dari tahun 2015 membayar sampai hari ini lancar. Dan tidak terasa 2018 kan harus berakhir. Dan kayaknya masih akan dibayarkan setelah masa jabatan pak Syahrul,” pungkasnya. (rhm)
Pemprov Tunggu Pembahasan KUA PPAS
×

