LUTIM, BKM — Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler menyerahkan kamus bahasa Wotu ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid dan Rektor UNHAS, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, di Aula Prof Mattulada Unhas, Senin (16/10).
Penyerahan buku sekaligus diluncurkannya kamus berbahasa Wotu yang ditulis oleh Ridwan Arsyad seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Wotu.
Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengaku kalau peluncuran kamus Bahasa Wotu sebagai upaya untuk menjaga kelestarian bahasa Wotu yang kini nyaris punah. Bahasa Wotu merupakan bahasa asli Luwu Timur.
“Bahasa adalah aspek yang sangat vital, karena tanpa bahasa, tidak akan mungkin kita dapat berkomunikasi. oleh karena itu, dengan kamus bahasa Wotu ini nantinya dapat menjadi media untuk belajar ber bahasa Wotu,” ungkap Husler
Dulu, kata Husler, bahasa Wotu adalah bahasa sehari-hari masyarakat di daerah Wotu yang juga menjadi pusat niaga dan segitiga emas yang menghubungkan Tana Luwu dengan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah dan Tenggara.
Namun seiring berjlaannya waktu, bahasa Wotu mulai tersingkir dan kini hampir punah. “Dengan diluncurkannya kamus bahasa Wotu tersebut Husler berharap dapat melestarikan bahasa Wotu dan memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang bahasa Wotu,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengapresiasi peluncuran kamus bahasa Wotu tersebut. “Selamat pak bupati bahasa Wotu dikamuskan, kalau bisa nanti di digitalkan,” harap Dwia Aries dihadapan para tamu yang hadir.
Dwia mengajak generasi muda untuk tidak hanya memandang Budaya sebagai warisan yang butuh biaya operasional yang tinggi dalammenjaganya, tetapi generasi muda harus bisa menjadikan budaya sebagai modal untuk mendobrak masa depan. (alp/C)
Kamus Bahasa Wotu Masuk Kemendikbud
×

