JENEPONTO, BKM — Kepala Bagian (Kabag) Humas DPRD Jeneponto, Syamsul Idrus, meradang. Karena uang sudah di depan mata alias sudah cair dari Bendahara DPRD Jeneponto, Muh Arfan, sebesar Rp300 juta, malah dicaplok dan dibagikan kepada yang lain.
Kabag Humas DPRD Jeneponto, Syamsul Idrus, saat ditemui di ruang kerjanya kantor DPRD Jeneponto, Selasa (24/10), mengatakan, dirinya merasa kesal dan sakit hati karena dana itu dialihkan tanpa sepengetahuannya.
”Tanpa sepengetahuan saya, dana untuk Humas DPRD Jeneponto malah dialihkan untuk perjalanan dinas bagi 20 anggota DPRD Jeneponto ke Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Ini yang saya tidak mau mengerti,” kata Syamsul dengan nada penuh kecewa.
Kalau begini, kata Idrus, lebih baik dirinya mengundurkan diri dari jabatan selaku Kabag Humas jika persoalan itu tidak menemui titik terang dan ada solusinya. Bukan apanya, kata Idrus, kalau ada pemeriksaan dari BPK, ia mau berbuat apa. ”Karena saya yang bertanggungjawab menandatangani, tapi saya tidak pernah lihat dananya. Makanya saya memilih mau mundur kalau tidak jelas begini,” gerutu Syamsul.
Bendahara DPRD Jeneponto, Andi Arfan, menuturkan, pengalihan dana perjalanan dinas luar daerah itu hanya bersifat sementara.
Karena ada kegiatan sangat urgent, yaitu Bimtek ke Bandung dan diikuti Ketua DPRD Jeneponto serta beberapa wakil ketua lainnya. Ada 20 orang semua yang berangkat. Makanya, kata Arfan, tidak usah dipersoalkan. Karena ini kegiatan unsur pimpinan dewan dan anggota yang sangat perlu dana.
”Tapi saya yang bertanggung jawab bahwa uang untuk bagian Humas tidak akan hilang. Begitu dana Bimtek ke Bandung cair, pasti dikembalikan ke pos peruntukannya, yakni bagian Humas DPRD Jeneponto,” jelas Arfan. (krk/mir/b)
Anggaran Humas Dialihkan ke Perjalanan Pimpinan DPRD Jeneponto
×

