LUTIM, BKM — Warga Malili Tommy Setiawan, mengeluhkn pelayanan Puskemas Malili. Pelayanan Puskemas Malili dinilai tidak sesuai harapan.
Selain di Sosmed sang pasien juga melaporkan hal ini kepada Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, HM Siddiq BM.
Tommy mengaku dirinya dalam keadaan sakit cacar air atau secara medis disebutkan Varisela. Ia menyebutkan kali kedua kontrol di Puskemas Malili.
“Sesuai SOP saya melapor di bagian pelayanan. Disuruhlah mengantri di Poli umum 3. Tadi saya mengantri kurang lebih dua jam sejak pagi,” ungkap Tommy, Jumat (27/10).
Karena terlalu lama antri, akhirnya memilih jalan komplain dibagian Poli Umum. “Kagetnya saya. Suster di poli umum bilang buku kontrol atas nama Tommy Setiawan tidak ada,” kata Tommi menirukan kalimat suster itu.
Saat tahu buku kontrol tidak ada dia mengadukan hal tersebut ke pelayanan bagian depan Puskesmas Malili. “Gaduhlah bagian pelayanan depan, saya tanya mereka kebingungan,” kata Tommy.
Dia mengaku meluapkan kekesalan saat melihat suster hanya sibuk mendengarkan musik. “Buku kontrolku ditemukan di bagian poli gigi. Kenapa bisa begitu? Setelah antri 2 jam dan dikomplain, mereka baru sadar buku kontrol salah tempat,” tanya Tommy.
Dia berharap agar kepala Puskesmas Malili, dr Benny mengetahui kelakuan anak buahnya. “Lucunya lagi, di bagian apotek juga asyik mendengarkan musik. Apa tidak mengganggu pasien lain yang dirawat inap,” tanya lagi.
Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, HM Siddiq BM yang dikonfirmasi membenarkan adanya keluhan warga atas pelayanan Puskemas Malili. “Di puskesmas ini tenaganya sangat banyak malah lebih,” ungkapnya.
Pihaknya akan menindaklanjuti keluhan tersebut ke Dinas Kesehatan dan BKPSDM agar mendapatkan perhatian yang lebih serius.
“Ditempat ini banyak keluarga pejabat yang seharusnya bisa menjadi pendorong agar aparatur kita berkinerja baik. Tetapi heran kenapa terjadi sebalinya,” ungkapnya. (alp/C)

