MAKASSAR, BKM–Kabar duka datang dari keluarga besar Muhammadiyah. Mantan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulsel, KH Baharuddin Pagim meninggal dunia di Rumah Sakit Pelamonia Makassar, Selasa (31/10) pukul 00.00 dini hari.
Istri almarhum, Hj Siti Marhaban Ahmad saat dikunjungi BKM di rumah duka Jalan Satando Raya mengatakan, jika tidak ada firasat apapun yang dirasakan sebelum kepergian suaminya. Namun suaminya tersebut memang mengidap berbagai penyakit sebelum berpulang ke Rahmatullah. Mulai dari demam tinggi sampai sesak nafas, bahkan kondisinya makin hari makin parah menjelang kepergian.
Tiga bulan lalu almarhum sempat dirawat di PCC Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo selama sebulan. Namun karena kondisinya tak kunjung membaik, pihak keluarga pun memutuskan untuk merawatnya di rumah.
Hingga pada Senin (30/10) pagi, almarhum mengalami demam yang amat tinggi disertai sesak nafas yang memang kerap dirasakan sejak lama. Istri dan anak-anaknya pun membawanya ke Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari. Karena kondisinya yang semakin parah, dirujuklah ke Rumah Sakit Pelamonia pada hari itu juga.
“Karena tidak memadai di Rumah Sakit Angkatan Laut, dirujuk mi ke Pelamonia, di sana baru pi sebelum maghrib baru bisa masuk ICU. Sebenarnya waktu di sana lumayan tidak sesak mi, tapi pas jam 12 malam itu bapak meninggal,” kata Siti Marhaban.
Almarhum disalatkan di Masjid Hizbul Wathan dekat kediamannya setelah Shalat Dhuhur dan disemayamkan di Pekuburan Al Baqi Gombara Makassar. Almarhum meninggalkan seorang istri dan 10 orang anak.
KH Baharuddin Pagim lahir di Wajo, 31 Agustus 1940. Ia menempuh pendidikan pertamanya di SD Muhammadiyah cabang Belawa pada 1950. Kemudian melanjutkan di MTS Muallimin Cabang Makassar pada 1956 dan melanjutkan lagi di Muallimin Uliyah pada 1959.
Setamat sekolah, ia sempat mengajar di Muallimin Tanete, Kabupaten Barru selama tiga tahun. Setelah itu barulah ia melanjutkan pendidikan S1 nya di UMI pada 1963 dan gelar Sarjana Muda pun berhasil diraihnya pada 1966.
Baharuddin juga terhitung pernah mengajar di Muallimat pada 1971 sampai terangkat menjadi Pegawai Negeri di Departemen Agama Kota Makassar pada 1974. Ia kemudian ditugaskan mengajar di Darul Arqam Gombara sampai pernah menjadi direktur di sana. Saat mengajar di Darul Arqam Gombara inilah dirinya mendapat gelar Doktorandus di IAIN pada 1977.
Baharuddin juga pernah menjadi Direktur di Muallimat hingga ditugaskan di Kanwil Agama Sulsel. Sempat menjadi Kepala Seksi Lembaga Dakwah dan Penerangan Agama di Kanwil, kemudian sebagai Kepala Seksi Peringatan Hari Besar Umat Islam (PHBI) dan MTQ.
Aktivitas lain yang ditekuni Baharuddin ialah menjadi Dosen Al-Islam Kemuhammadiyah di Unismuh dan beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya. Seperti STKIP Muhammadiyah Bone dan Sengkang sebagai dosen luar biasa. Di kampus, selain mengajar, ia juga pernah diamanahkan sebagai Wakil Dekan IV Fakultas Ekonomi Unismuh selama dua periode, dari tahun 1994-1998.
Di Muhammadiyah, Baharuddin pertama kali menjadi pimpinan saat menjadi Ketua Ranting Marro Cabang Ujung Tanah pada 1976. Setelah itu, ia memimpin Cabang Muhammadiyah Ujung Tanah pada 1981.
Selanjutnya, ia diamanahkan sebagai Ketua Majelis Tarjih PDM Kota Makassar pada 1985. Kemudian menjadi Ketua PDM Kota Makassar pada 1990, Anggota Majelis Tarjih PWM Sulsel pada 1995, dan Ketua Majelis Tarjih PWM pada 2000.
Baharuddin Pagim pun terpilih menjadi Ketua PW Muhammadiyah Sulsel periode 2005-2010 melalui Muswil ke-37 yang dilaksanakan di Kota Pare-pare.(nug/war/b)
Mantan Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Berpulang
×

