MAMUJU, BKM — Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Provinsi Sulbar memberikan pelatihan teknis pembuatan kursi dan lemari yang bahan bakunya dari batang kelapa. Langkah ini dilakukan demi memajukan para tukang yang ada di wilayah Sulbar untuk lebih produktif membangun roda perekonomiannya dalam memajukan tingkat kesejahteraan bagi para tukang.
Pelatihan ini diberikan Disperindagkop dan UKM Sulbar kepada para tukang kayu yang ada di wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Yakni di Lingkungan Polele, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, pada 9 Oktober sampai 13 Oktober 2017.
Sebanyak 30 orang tukang kayu di Polman ikut dalam pelatihan ini. ”Pelatihan ini melibatkan para tukang kayu yang ada di Polman. Para peserta yang berjumlah 30 orang ini dilatih selama lima hari,” ungkap Kepala Bidang Koperasi dan UKM pada Disperindagkop dan UKM Provinsi Sulbar, Drs Petrus Iminggus MM
Kegiatan ini dibuka langsung Kepala Disperindagkop Sulbar, H Bahtiar HS, SH. MH didampingi Kepala Bidang Koperasi dan UKM Provinsi Sulbar, Petrus Iminggus pada 9 Oktober 2017. Kepala Disperindagkop dan UKM Sulbar, H Bahtiar HS, MH kepada BKM, mengatakan, langkah yang dilakukan ini dengan melibatkan para tukang kayu untuk diberikan pelatihan, agar mereka lebih kreatif dalam melakukan aktivitas untuk bisa menjadi tukang yang mampu memproduksi meubel yang terbuat dari bahan baku batang kelapa baik berupa kursi dan lemari.
Sehingga para tukang yang telah dilatih secara langsung untuk berkreasi dalam melakukan aktivitasnya nanti. Jadi mereka bisa mandiri dan mampu memproduksi kursi dan lemari dari bahan baku batang kelapa.
H Bahtiar mengemukakan, potensi bahan baku untuk batang kelapa di wilayah Sulbar, akan sangat memudahkan bagi perajin tukang kayu melakukan produksi untuk mampu dikembangkan nantinya para tukang yang telah dilatih.
”Pelatihan yang kami berikan kepada para tukang kayu di Kabupaten Polman ini adalah untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Sehingga mereka mampu mengubah taraf hidupnya. Kami berharap, para tukang dapat mengaplikasi ilmu maupun ketrampilan yang telah diterimanya ini. Kami berharap mereka bisa membuka lapangan kerja dan mampu memajukan perekonomiannya ketika mereka melaksanakannya secara maksimal,” ujar Bahtiar.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Petrus Iminggus saat ditemui BKM di ruang kerjanya, menjelaskan, pihaknya terus melakukan langkah untuk mendorong dan memajukan kreativitas dalam memberdayakan para industri kecil ini. Utamanya para tukang kayu yang dulunya memang minim pemahaman terhadap produksi bentuk meubel baik bentuk kursi dan lemari yang terbuat dari bahan baku batang kelapa.
Dengan adanya pelatihan yang diberikan ini, maka ke depan para tukang kayu ini dapat lebih kreatif lagi. Apalagi dalam era globalisasi, era pasar bebas, dan era persaingan seperti sekarang, semua pihak termasuk para tukang kayu ini dituntut untuk lebih kreatif lagi dalam melakukan produksinya.
”Kalau mereka tidak diberi pemahaman yang baik melalui pelatihan, tentu mereka akan tertinggal. Apa yang kami lakukan ini dengan melibatkan para tukang kayu untuk diberikan pelatihan adalah untuk menumbuhkan ekonomi kreatif dalam menyongsong era persaingan bebas seperto sekarang. Jika program ini telah diterapkan maka pangsa pasar akan merespon dan menampungnya. Sekarang ini, siapa yang mampu berkreasi menciptakan produk yang kreatif, maka dialah yang akan mampu menjemput pangsa pasar baik di dalam negeri maupun luar negeri,” katanya. (ala/mir/c)
Disperindagkop dan UKM Latih 30 Tukang Kayu di Polman
×

