pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

DPI Beberkan Kejanggalan Survei

HASIL survei Indo Barometer (IB) yang menghasilkan elektabilitas empat bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur mengundang reaksi dari lembaga survei lokal. Reaksi datang dari direktur eksekutif Duta Politika Indonesia (DPI), Dedy Alamsyah Mannaroi.
Dedy menyoroti hasil survei untuk Pilgub yang dirilis Indo Barometer.
Dedy membeberkan sederet kejanggalan hasil survei yang menempatkan NA-ASS berada pada posisi teratas. Mulai dari kesan keberpihakan pada kandidat tertentu hingga permasalahan etika dan politik survei.
Dedy mengatakan kejanggalan pertama adalah penulisan The Professor untuk NA. Bupati Bantaeng itu menjadi satu-satunya kandidat yang diberikan gelar khusus. Adapun kandidat lainnya hanya dituliskan namanya. Dari situ, publik bisa menilai ada kesan keberpihakan. “Keberadaan tagline The Professor pada tiap akhiran nama Nurdin Abdullah ini sama saja menggiring pemilih. Terlebih dilakukan dalam presentasi hasil survei. Catat, ini jelas sangat tidak beretika,” kata Dedy, Jumat (17/11).
Kejanggalan kedua, menurut Dedy karena terkesan tidak konsisten dengan tema. Diketahui judul rilis survei tersebut adalah ‘Permasalahan Sulsel dan Peluang Cagub 2018’. Faktanya, Indo Barometer lebih banyak merilis mengenai peta politik pada Pilgub Sulsel. “Lebih dominan dipublish ternyata hasil survei Cagub Sulsel ketimbang kinerja SYL (Syahrul Yasin Limpo). Padahal judul hasil survei itu permasalahan Sulsel dan peluang Cagub 2018.”jelasnya.
Dedy melanjutkan kejanggalan ketiga adalah korelasi pengerjaan survei dengan jumlah responden. Diketahui survei Indo Barometer diambil pada 6 sampai 11 November 2017 dengan jumlah sampel sebanyak 800 responden. Menurut dia, lama pengerjaan proyek tersebut terbilang singkat dengan banyaknya responden yang dilibatkan. (nug/rif/d)



×


DPI Beberkan Kejanggalan Survei

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar