JENEPONTO, BKM — Narkoba adalah pembunuh terganas di dunia. Dimana, sebanyak 50 orang meninggal dunia setiap harinya. Untuk itu, para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak mendekati Narkoba. Karena apabila mencoba, maka itu sudah mulai terjerumus yang tidak dapat terelakka. Makanya, jauhi Narkoba. Kalau bukan gila, penjara. Lebih tragis lagi mati.
Demikian ditegaskan Ketua Badan Narkotik Kabupaten (BNK) yang juga Wabup Jeneponto, H Mulyadi Mustamu Karaeng Tinggi saat membuka seminar sosialisasi Advokasi Narkoba dan HIV AIDS yang dihadiri Kasi Narkoba Polres Jeneponto, Iptu Bakri, Kabag Kesra, Nuralim Basir, para peserta sosialisasi Narkoba yang berjumlah 150 orang utusan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Jeneponto di gedung Sipitangarri Bontosunggu, Kamis (16 /11).
Selain itu, kata Mulyadi, sosialisasi Narkoba bagi ASN sangat penting guna membentengi diri agar tidak terjerumus ke dalam jeratan Narkoba. ”Namun saya sangat menyayangkan dan kecewa. Karena tak satupun pejabat eselon dua ikut sosialisasi. Tapi mereka hanya mengirimkan stafnya. Padahal yang pernah terjerat hukum karena Narkoba, ada di antaranya pejabat eselon dua atau pimpinan OPD,” ujar Mulyadi.
Meski demikian, Mulyadi merasa sangat bersyukur, karena ditahun 2016-2017 tidak ada satu pun ASN di Kabupaten Jeneponto yang terbelit hukum karena Narkoba. Ini yang perlu diapresiasi. ”Jangan lengah terhadap propaganda maupun penggunaan Narkoba. Intinya, jangan dekati Narkoba,” tandasnya.
Sementara Kabag Kesra, Nuralim, mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini guna mewujudkan ASN yang bebas Narkoba. Dengan diadakannya sosialisasi advokasi Narkoba dan HIV AIDS, para ASN dapat menjadi pelopor pencegahan Narkoba dan HIV AIDS minimal di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. (krk/mir/c)
Tiap Hari 50 Orang Meninggal Akibat Narkoba
×

