LUWU, BKM — Rendahnya serapan anggaran Dinas Pertanahan Kabupaten Luwu yang hanya 13 persen menuai sorotan dari sejumlah pihak. Salah satunya adalah LSM Forum Pemuda Pemantau Kinerja Pemerintah (FP2KEL) Kabupaten Luwu.
Direktur LSM Forum Pemuda Pemantau Kinerja Pemerintah (FP2KEL) Kabupaten Luwu Ismail Ishak
mengatakan rendahnya kinerja Dinas Pertanahan Luwu menunjukkan bahwa kinerja pejabatanya tidak maksimal.
Menurut Ismail, harusnya Dinas Pertanahan pro aktif dan dalam menyikapi penyerapan anggaran. Jika tak mampu menjalankan program Pemkab yang pro rakyat sebaiknya mengundurkan diri.
”Banyak pejabat yang mampu memimpin SKPD dan SDM-nya bagus. Sebaiknya jangan memaksakan pejabat yang seperti ini,” ujar Ismail.
Ismail juga mengingatkan kepada Bupati Luwu Andi Mudzakkar untuk tidak lagi mengakomodir pejabat yang telah memasuki masa pensiun.
Mestinya pejabat yang diberi kesempatan kepada mereka yang berkinerja bagus dan profesional.
Saat ini Kepala Dinas Pertanahan dijabat M Halwi dan Sekretarisnya Irwan Iqbal. Dinas Pertanahan Luwu sendiri adalah SKPD yang baru dibentuk pascamutasi atas penyusuaian pemerintahan daerah sesuai instruksi pemerintah pusat.
Sayangnya, Kadis dan Sekdisnya dinilai tak mampu bekerja dalam merealisasikan penyerapan anggaran sesuai hasil evaluasi monev triwulan III tahun anggaran 2017 oleh Bappeda Luwu.
Hasil evaluasi monev dari lima SKPD berkinerja buruk, Dinas Pertanahan paling terburuk.
Kepala Bappeda Luwu Muhammad Rudi, Minggu (19/11) mengatakan evaluasi monev membandingkan realisasi dari progma kerja yang direncanakan sesui sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan sehingga tepat mutu berdasarkan pengelolaan keuangan. (wan/C)
Kinerja Dinas Pertanahan Disorot
×

