pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Humas RSUD Syekh Yusuf Raih Gelar Doktor

GOWA, BKM — Enam guru besar Fakultas Kedokteran Unhas langsung memberikan nilai cumelaude atau sangat memuaskan kepada H Muh Taslim, Humas RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa.
Taslim lalu diberi gelar doktor dan resmi menyandang gelar tersebut dalam kesehariannya setelah ujian yang berlangsung selama satu jam lebih sejak dimulai pukul 13.30 Wita di ruang auditorium Prof Amiruddin Fakultas Kedokteran Unhas, Kamis (22/11).
Setelah mendengar langsung jawaban-jawaban dari pertanyaan yang diberikan para penguji tersebut dan dijawab gamblang oleh Taslim, ujian promosi inipun diakhiri ketua sidang, Prof Dr drg Hj Rosdiana ditandai penyerahan tanda lulus.
Yang membuat salut para penguji, karena Taslim mampu merancang sebuah aplikasi sistematis melalui IT tentang pemantauan dini DBD. Aplikasi ini berisi informasi dan data-data serta penyebab dan jenis virus DBD yang bisa diakses masyarakat melalui android.
”Masyarakat jaman kini sudah fasih dengan android. Dan ini sangat memudahkan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan mengetahui apa-apa saja penyebab, jenis virus dan jumlah penderita. Ini bisa dikembangkan dengan baik yang bukan hanya untuk keperluan penelitian tapi untuk diketahui masyarakat secara luas,” tutur Taslim dalam jawabannya dihadapan penguji.
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah jenis penyakit ringan bila segera ditangani namun bisa fatal jika telag ditangani. Penyebab penyakit DBD itu adalah virus. Namun menurut Prof Dr Drg A Arsunan Arsin, penyakit ini tidak berbahaya bahkan bisa sembuh sendiri. ”Pada stadium 1 dan 2 itu bisa sembuh asal cepat ditindaki. Tapi kalau terlambat, bisa menjadi bahaya,” jelas Prof Arsunan.
Disertasi yang disampaikan Taslim berjudul Model Early warning System Berbasis GIS pada Pola Keragaman Genotype dari Virus Dengue pada Daerah Endemis Demam Berdarah Berdasarkan Kondisi Geografis di Makassar, Gowa dan Maros.
Dalak ujian promosi ini hadir selaku promotor, yakni Prof Dr drg A Arsunan Arsin MKes dengan co-promotor dan sekaligus penguji yakni Sudirman Natsir, SKed MWH, PhD, Dr H Hasanuddin Ishak, MSc,PhD, Prof Dr Muh Hatta, Dr Burhanuddin Bahar, Prof Dr Ridwan Amiruddin.
Terkait ujian disertasi yang mengunggulkan aplikasi pemantauan dini DBD tersebut diapresiasi tinggi dr H Salahuddin, MKes yang juga Direktur RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa.
”Ini sangat bagus dikembangkan di Gowa. Apalagi, Gowa termasuk daerah endemik yang memang perlu dipantau terus dan masyarakat bisa mengetahuinya secara langsung sehingga bisa memberikan kemampuan deteksi dini untuk selalu waspada terhadap penyakit DBD,” kata Direktur RSUD Syekh Yusuf di sela menghadiri ujian promosi doktor stafnya tersebut.
Adapun populasi dalam penelitian Taslim adalah seluruh penderita DBD diberbagai daerah endemik, seperti Gowa, Makassar, dan Maros. Untuk tahun 2016 jumlah penderita DBD yang dirawat di rumah sakit Gowa sebanyak 127 orang, Makassar sebanyak 240 orang, dan Maros sebanyak 122 orang. Jumlah populasi sebanyak 489 orang. (sar/mir)



×


Humas RSUD Syekh Yusuf Raih Gelar Doktor

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar