pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

240 Janda Veteran Dapat Bingkisan

MAKASSAR, BKM– Sudah 71 tahun berlalu, tepat pada 11 Desember 1946, peristiwa pembantaian pernah terjadi di Sulawesi Selatan (Sulsel). Ada 40.000 jiwa masyarakat Sulsel menjadi korban atas tindakan dilakukan komando Westerling pada masa itu.
Mengenang jasa pahlawan 40.000 jiwa, Pemerintah Kota Makassar menggelar upacara bendera peringatan hari korban 40.000 jiwa ke-71 tahun di Monumen Korban 40.000 jiwa, Jalan Langgau, Senin (11/12).
Tampil sebagai inspektur upacara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Wakil Wali kota Makassar Syamsu Rizal, pasukan TNI dan Polri dan para pejuang veteran.
Menurut Sayhrul, upacara bendera yang dilaksanakan semata-mata untuk mengingat dan mengenang kembali peristiwa 71 tahun lalu, dimana banyak masyarakat di Sulsel gugur demi kemerdekaan Indonesia. Sehingga hikmah dan manfaat harus diambil seperti memperjuangkan pengorbanan yang telah dilakukan para pejuang dan mempertahankan eksistensi Negara Republik Indonesia yang patut dihargai.
Khusus bagi kalangan generasi muda diminta menghargai pengorbanan pejuang dengan mewariskan jiwa, semangat dan nilai perjuangan yang dimiliki para pejuang dalam misi kemerdekaan.
” Korban 40.000 jiwa adalah nilai semangat dan perjuangan para pendahulu kita yang rela berkorban jiwa raga demi membawa perubahan dan perbaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Kitalah kata Syahrul, yang hidup sekarang ini memberi makna apakah pengorbanan pejuang hanya sia-sia atau sangat bermakna. Olehnya itu, pengorbanan para pejuang harus dihormati dan diwariskan ke generasi selanjutnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, peringatan korban 40.000 jiwa menjadi bukti bahwa sejarah di Kota Makassar juga merupakan bagian sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Penghargaan terhadap sejarah sangat penting. Apalagi tugas generasi muda sekarang melanjutkan perjuangan orang-orang yang telah mendahului kita yang telah mengorbankan jiwa raga.
“Korban 40.000 jiwa memberikan gambaran perjuangan nyata selaras dengan perjuangan bangsa perjuangkan kemerdekaannya. Yang perlu kita ambil generasi harus memahami itu dan mengerti perjuangan para pejuang,” ujarnya.
Bertepatan pada upacara dirangkai dengan pemberian bingkasan terhadap janda veteran. Sebanyak 240 janda veteran mendapat bingkisan.
Kepala Dinsos Kota Makassar Muhtar Tahir mengatakan, bingkisan tersebut sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap janda veteran yang suaminya turut andil memberikan berkontribusi mempertahankan daerah. (arf)



×


240 Janda Veteran Dapat Bingkisan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar