pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pelajar Antusias Ikut Workshop Film Silariang

MAKASSAR, BKM–Dalam rangka mensosialisasikan Film “Silariang, Cinta yang (tak) Direstui”, segenap crew film melaksanakan Workshop Film yang dilaksanakan di Gedung Graha Pena pada Rabu (13/12). Sesuai temanya, “Mengapresiasi Karya Konten Lokal”, tujuan workshop ini supaya para peserta yang hadir dapat lebih mengapresiasi karya-karya konten lokal.
Para pelajar yang berasal dari berbagai SMP dan SMA yang ada di Makassar terlihat antusias mengikuti workshop ini sebagai peserta. Selain para siswa, ada juga peserta dari komunitas dan beberapa organisasi yang ada di Makassar.
Pembicara dalam workshop ini adalah Oka Aurora yang merupakan penulis skenario film sekaligus penulis novel Silariang, Cinta yang (tak) direstui. Ia memberikan berbagai penjelasan mengenai metode dan cara penulisan secara global. Selain materi menulis, Oka juga menjelaskan tentang cara mengenali passion.
“Saya bukanlah dari latar belakang seorang penulis. Namun karena minat, akhirnya bisa berkarir di bidang ini. Jika kita mengerjakan sesuatu, terus kita betul-betul tenggelam didalamnya sampai lupa waktu, itulah passion kita,” jelas Oka.
Pembicara lainnya adalah salah satu dosen Unhas, Imam Mujahidin. Ia memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus menggali potensi pada diri masing-masing. “Kalian pasti memiliki potensi yang ada di diri kalian masing-masing, gali itu, dan harus bisa menjual potensi pada diri anda,” kata Imam.
Satu lagi pemateri adalah Rahmiana Rahman yang membawakan materi cara mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Ia memberikan berbagai link serta cara bagi para pelajar yang ingin menempuh pendidikan ke luar negeri.
Project Manager Film Silariang, Cinta yang (tak) Direstui, Hadirawati Tebba berharap kepada para peserta workshop agar bisa mencintai karya daerah sendiri. “Saya harap mereka nanti pulang terus bercerita ke teman-temannya jika ada film konten lokal baru yang mengangkat budaya kita, yaitu Silariang,” harap Hadirawati.
Executive Producer Film, Huri Hasan menceritakan sedikit tentang film ini. Film ini adalah kisah tentang Yusuf dan Zulaikha. Kisah cinta yang menempuh jalan pelarian.
Yusuf adalah anak Dirham dan Nurjannah, keluarga kaya raya di Makassar. Sedangkan Zulaikha anak dari janda bangsawan bugis Bone bernama Rabiah. Hubungan Yusuf dan Zulaikha berujung buntu, cinta keduanya terhalang restu karena perbedaan karena darah keturunan. Keluarga Zulaikha mengatakan jika darah bangsawan hanya bisa diteruskan oleh sesama bangsawan. Mereka tak merestui perkawinan yang berbeda derajat.
Tidak ada jalan lain kecuali lari. Diam-diam mereka menikah dan bersembunyi di desa terpencil Rammang-Rammang. Setahun kemudian Zulaikha mengandung, ibu dan ayah Yusuf pun mengetahui keberadaan mereka dan menyuruhnya pulang, namun Yusuf tak sudi.
Selepas melahirkan, Rubiah mencoret nama Zulaikha dari silsilah. Hidup semakin tak mudah bagi keduanya. Di saat bersamaan, anak Zulaikha terserang demam berdarah dan membutuhkan darah. Hanya ibu Zulaikha lah yang bisa menolong, Yusuf pun memberanikan diri menghadap ke ibu Zulaikha tersebut. Rubiah gundah, ia tahu cucunya sangat membutuhkannya tapi sirrinya telah terkoyak dalam duka.
“Untuk kelanjutannya bagaimana, silahkan saksikan filnya,” kata Huri. (nug/war/c)



×


Pelajar Antusias Ikut Workshop Film Silariang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar