PANGKEP, BKM — Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Pangkep berjumlah 8.437 Kepala Keluarga (KK). Dari persebaran KPM di 13 kecamatan di daerah ini. Kecamatan Labakkang paling banyak warganya menerima Program Keluarga Harapan (PKH), yakni 1. 839 KPM.
Koordinator PKH Ramzah SPdi yang ditemui di sela-sela pembagian bantuan program ini di kantor camat Labakkang, Rabu (12/12), menjelaskan, sasaran PKH fokus kepada sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
Jumlah bantuan untuk pendidikan dan kesehatan Rp1.890. 000 per tahun. Itu diterima empat kali setahun. Untuk kesejahteraan sosial (disabilitas dan lansia), jumlahnya mencapai Rp2 juta per tahun dan menerima empat kali dalam setahun.
PKH dari Kementerian Sosial (Kemensos) di Pangkep, sudah berlangsung sejak 2013. Pada periode 2013-2015, hanya 11 kecamatan yang tersentuh dengan program tersebut.
Ketika itu minus dua dari 13 kecamatan, yakni Liukang Tangngaya dan Kalmas. Nanti 2016 keduanya sudah tercover. Begitu pula untuk pembayaran KPM pada 2013-2016 dipercayakan lembaga bayar melalui PT Pos Indonesia.
Korkab PKH Pangkep menambahkan, 2017 lembaga bayar berganti ke lembaga Bank Himbara (Bank Mandiri). Setiap peserta dilengkapi KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) yang sekaligus berfungsi sebagai ATM.
”Jadi sekarang ini, bantuan yang dikucurkan sudah masuk tahap ke empat. Untuk tahap pertama sampai ketiga Rp 500 ribu pertahap. Sedangkan tahap keempat Rp390 ribu,” pungkasnya. (udi/mir/c)
Keluarga Penerima Manfaat Pangkep Capai 8.437
×

