MAKASSAR, BKM–Arah dukungan Partai Golkar di Pemilihan Wali kota (Pilwali) dan Pemilihan Bupati (Pilbup) tidak tertutup kemungkinan akan berubah. Munculnya wacana jika arah dukungan Golkar di Makassar dan sejumlah daerah terus bergulir, menyusul terpilihnya Airlangga Hartanto di Munaslub Golkar menggantikan Setya Novanto yang tersandung kasus.
Kalaupun bakal calon (Balon) wali kota atau bupati yang tetap, maka yang berpeluang diganti adalah calon wakil atau sama sekali tidak tidak mengajukan kader namun ikut berkoalisi dengan partai lain.
Saat ini muncul wacana jika daerah yang berpeluang dievaluasi yakni Balon wakil Bupati Pinrang, Usman Marham, Balon Bupati Bantaeng Arfandi Idris serta Balon Bupati Luwu Patahuddin. Khusus Bantaeng dan Luwu hingga kini belum mendapatkan tambahan dari parpol koalisi.
Wacana tersebut langsung dimentahkan Ketua DPD II Golkar Makassar Farouk M Betta. Menurut Aru-panggilan akrab Farouk, meski Airlangga terpilih, namun kelihatannya tidak akan menganulir usungan Golkar di daerah. “Dalam pertemuan itu, Pak Airlangga selaku Ketum Golkar telah memberikan penegasan bahwa usungan tidak akan berubah pada seluruh Pilkada di Sulsel. Bahkan, Pak Airlangga memberikan motivasi dan dukungan kepada kader yang bertarung, terutama bagi Pak NH (Nurdin Halid),”ujar Aru, Selasa (19/12).
Bentuk dukungan Airlangga kepada NH secara tegas dan gamblang ditunjukkan dihadapan seluruh pengurus dan kader Golkar Sulsel. Menteri Perindustrian itu melakukan salam Sulsel Baru bersama NH dan jajaran pengurus partai berlambang beringin. Bahkan, Airlangga menyapa NH dengan sebutan gubernur yang spontan disambut riuh semangat para elite Golkar Sulsel.
Dalam kontestasi Pilbup dan Pilwali yang digelar serentak di Sulsel 27 Juni 2018 nanti, Golkar diketahui telah menerbitkan rekomendasi dan surat tugas pada sejumlah kandidat. Di antaranya yakni Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar pada Pilgub Sulsel, Munafri Arifuddin di Makassar, Iksan Iskandar di Jeneponto, Arfandi Idris di Bantaeng, Andi Seto Gadhista Asapa di Sinjai Andi Fahsar M Padjalangi di Bone, Fatmawati Rusdi di Sidrap, dr Baso Rahmanuddin di Wajo, Taufan Pawe di Parepare, Abd Latif di Pinrang, Muslimin Bando di Enrekang, Judas Amir di Palopo dan Patahuddin di Luwu. “Intinya, seluruh rekomendasi yang diterbitkan Golkar untuk pilkada lingkup Sulsel tidak ada yang berubah. Pergantian ketum tidak mempengaruhi rekomendasi,” ucap Aru yang juga Ketua DPRD Kota Makassar ini.
Sementara Sekretaris Golkar Makassar, Abdul Wahab Tahir memilih bungkam. Wahab mengaku tidak akan berkomentar hingga Munaslub selesai digelar.” Saya no coment dulu sampai selesai Munaslub.”singkatnya. (ita/rif)
Dukungan Golkar Bisa Berubah di Makassar
×

