GOWA, BKM — Hujan yang turun dengan intensitas tinggi telah membentuk genangan hingga banjir dimana-mana. Sejumlah lokasi dalam wilayah Gowa tergenang dari sebatas tumit hingga sebatas pinggang.
Terkait kondisi itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, turun memantau titik-titik banjir. Lokasi pertama dikunjungi adalah poros Jalan Yusuf Bauty, Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu di area perumahan BTN Mutiara Permai I, II dan III serta perumahan Polri di poros tersebut.
Di lokasi ini, seorang warga bernama ibu Ana langsung curhat ke bupati dan minta bupati segera melakukan langkah terbaik untuk mengatasi banjir di area perumahan tersebut. ”Pak bupati kapan dong area sini diperbaiki. Kami tiap tahun kebanjiran begini. Dan kali ini yang parah, karena tingginya sampai pangkal paha,” kata Ana, warga Mutiara I mengaku sudah tiga hari warga kompleks kebanjiran. Hal sama dikatakan ibu Nurmala warga Mutiara III.
Melihat banjir yang cukup riskan ini, Adnan mengatakan akan dibuatkan sedimentasi agar air ini bisa mengalir. Kalau tidak dibuatkan saluran-saluran darurat, maka genangan tidak akan hilang.
Adnan juga minta partisipasi masyarakat agar tidak buang sampah sembarang karena banyak saluran tersumbat disebabkan sampah. ”Kita berupaya meminimalisir volume genangan. Saya juga imbau masyarakat untuk peduli lingkungannya serta mari kita berdoa agar cuaca saat ini tidak se-ekstrem yang diperkirakan. Hujan tak dapat ditolak karena memang sudah waktunya,” terang bupati.
Dikatakan, banyaknya volume air membuat kanal induk di Sungguminasa melimpah. ”Kanal induk ini buangannya mengarah ke laut. Tapi karena air laut juga pasang, maka air kanal kembali masuk dan meluber mengisi tempat-tempat yang lebih rendah,” tambah bupati.
Khusus banjir di wilayah Sailong, Desa Sungguminasa, Kecamatan Pattallassang, diakui Adnan, memang kondisinya setiap tahun mengalami banjir. Untuk mengatasi itu, harus koordinasi dengan Pemkot Makassar. ”Sebab kita sudah lakukan perbaikan di sekitar wilayah Gowa untuk mengantisipasi air bah. Namun dari Makassar tidak berusaha melakukan perbaikan dengan membuka jalur-jalur air yang tersumbat. Otomatis air yang ada tertahan tidak mengalir. Jadi kami imbau agar warga sabar, sepanjang tidak ada perhatian dari pemerintah kota Makassar maka kondisi Sailong akan tetap kebanjiran,” tandas Adnan.
Tapi Pemkab Gowa akan upayakan agar warga di wilayah itu terbebas dari banjir. ”Kami tidak salahkan pemerintah Makassar. Kita cuma butuh perhatian pemerintah Makassar untuk bersinergi bersama. Karena biar pun kami di Gowa melakukan penataan penanganan banjir di Sailong, tetap akan begitu jika Pemkot tidak berupaya menanganinya juga. Saya akan ajak pak walikota untuk melihat kondisi wilayah Sailong yang berbatasan Makassar supaya beliau tahu detilnya. Sehingga bisa segera mencari solusinya bersama,” tandas bupati.
Selain memantau banjir di Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, bupati yang didampingi Kadis PU Gowa, Mundoap, Kepala BPBD Gowa, Ikhsan Parawansa, Kadis Sosial Gowa, Syamsuddin Bidol, Kabag Perelngkapan, Muh Irwan, Kabag Umum, Andi Tenriwati Tahri, Kasubag Peliputan Bagian Humas, Widiah Restuti juga memantau banjir di wilayah Barombong, tepatnya di Kampung Tangalla, Desa Kanjilo
Di Barombong, tepatnya di Desa Kanjilo, ada tiga dusun tergenang hebat hingga sebatas pinggang orang dewasa. Yakni di Dusun Tangalla, Kanjilo dan Bilaji. Di Dusun Kanjilo, ada dua perumahan terendam dengan kondisi tinggi air sepinggang membuat sekitar 200 KK diungsikan ke aula kantor Desa Kanjilo.
”Untuk Kanjilo ini, saya sudah telEpon kepala Balai Besar Pompengan agar segera dilakukan pengerukan kanal setelah air surut. Karena kondisi kanal di Kanjilo sudah terjadi pendangkalan cukup serius,” jelas bupati.
Sementara pemantauan di masjid kompleks Inayah Mega Kanjilo yang juga menjadi titik pengungsian warga setempat. Di perumahan ini, ada 200-an rumah warga terendam. Dari 200-an rumah ini ada 200-an KK harus mengungsi. Sebanyak 101 KK mengungsi di masjid setempat. Selebihnya mengungsi ke rumah keluarga terdekat.
Di kompleks ini, bupati juga menyerahkan bantuan makanan untuk kebutuhan para pengungsi. Termasuk bantuan tikar, terpal, selimut, dan perlengkapan obat-obatan. Dari 101 KK yang mengungsi di masjid, 40 orang di antaranya adalah balita. Satu bayi berusia 4 bulan bernama Alfarizi mengalami kedinginan, sehingga seluruh tubuhnya pucat. Alfarizi didampingi kakak dan ibunya, Andi Sukaria. Karena kondisinya yang kedinginan itu, Bupati Adnan memerintahkan Kepala Puskesmas Kanjilo untuk segera mengevakuasi bayi tersebut ke Puskesmas untuk perawatan lebih intensif.
Usai memantau. Bupati Adnan mampir salat Jumat di Masjid Desa Tamanyeleng, Kecamatan Barombong dan memberikan imbauan kepada masyarakat setempat agar senantiasa waspada akan cuaca saat ini. Juga meminta untuk saling menjaga dan saling membantu jika terjadi kondisi riskan seperti adanya warga kebanjiran. (sar/mir)
Atasi Banjir di Sailong, Adnan Tunggu Respon Pemkot Makassar
×

