MAMUJU BKM — Program tanam perdana pada musim tanam Oktober-Maret 2017/2018 telah dilaksanakan di Dusun Sakio, Desa Topore, Kecamatan Papalang, pada Jumat (22/12). Selain melaksanakan program cetak sawah juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan berupa alat tanam dan mesin pertanian (alsintan), benih dan bibit bagi para petani.
Bupati Mamuju, H Habsi Wahid sesaat setelah menyerahkan alsintan bagi para petani, mengatakan, penyerahan bantuan bagi para petani tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah agar petani bisa lebih sejahtera. Menurutnya, bantuan yang diberikan dapat membantu meningkatkan pendapatan dari petani itu sendiri.
”Dalam rangka untuk menggenjot tingkat produktivitas para petani, perlu kita berikan bantuan-bantuan seperti alsintan, bibit unggul dan benih,” ujar Habsi Wahid.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Mamuju, Ir Muliadi mengungkapkan, ditahun 2017 Mamuju memperoleh anggaran untuk pencetakan sawah sebesar 740 hektare dan terealisasi sekitar 406,85 hektare. Selebihnya sekitar 333,15 hektare tidak terealisasi. Karena areal tersebut masuk dalam kawasan hutan.
”Untuk alsintan pada tahun 2017 ini, kita telah menyerahkan sebagian. Pada kesempatan ini kuotanya 81 unit dan sudah termasuk dari dana APBN, bantuan benih sebesar 195 ton, kemudian bibit jagung 309 ton, dan kedelai 123 ton,” sebut Muliadi.
Tanam perdana tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulbar, perwakilan Danrem 142 Tatag, perwakilan Dandim 1418 Mamuju, dan perwakilan Kapolres. (ala/mir/c)
Bupati Harap Produktivitas Petani Meningkat
×

