pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dengan Bermodalkan Bambu Dapat Meraup Rezeki

SEGALA macam peluang dalam meningkatkan kualitas ekonomi memang harus dimanfaatkan dewasa ini. Setiap orang yang mengerti akan kebutuhan hidup pasti akan melakukan berbagai cara untuk selalu memenuhi kebutuhan hidupnya. Apalagi jika seseorang tersebut telah memiliki keluarga.

Laporan: NUGROHO

Tak banyak orang yang berpikir bahwa pemanfaatan peluang saat malam tahun baru tiba misalnya, ternyata mampu sedikit meningkatkan taraf ekonomi sebuah keluarga. Memang penghasilan dari menjual terompet tidaklah amat besar, namun bagi Daeng Lewa itu sangatlah bermanfaat bagi keluarganya.
Daeng Lewa bukanlah seorang penjual terompet secara permanen. Ia menjual terompet hanya saat menjelang malam tahun baru tiba saja. Jualannya juga terlihat tak besar. Hanya bermodalkan bambu yang didesain sedemikian rupa dengan tali yang digunakan untuk menggantung terompet, jualannya berdiri di pinggiran jalan Sultan Alauddin Makassar.
Jika kita dari arah pusat kota Makassar dan hendak menuju ke arah Kabupaten Gowa, pastilah kita melewati jualan Daeng Lewa. Terletak di depan pintu keluar Terminal Malengkeri dan sebelum perbatasan Makassar-Gowa.
Sehari-harinya, Daeng Lewa adalah seorang buruh bangunan. Ia mengerjakan setiap pengerjaan rumah yang hendak dibangun. Upahnya pun tergolong kecil. Hanya Rp 70 ribu rupiah saja tiap harinya jika ada pengerjaan bangunan.
Jika sedang tidak ada proyek pengerjaan rumah, maka ia harus bekerja serabutan untuk bisa tetap menghidupi istri dan buah hatinya. Makanya, momen tahun baru adalah salah satu anugerah tersendiri baginya karena ia bisa mendapatkan rezeki dari parayaan ini.
“Bagus kalau ada perayaan-perayaan begini, saya jadi tambah punya penghasilan lebih. Walaupun ndak banyak ji biasa yang ku dapat, tapi namanya rezeki ya kita syukuri saja. Alhamdulillah,” kata Daeng Lewa.
Saat menjelang malam pergantian tahun, ia pun biasanya telah memesan terompet terlebih dahulu. Ia membeli berbagai macam terompet di salah satu toko penjualan terompet yang ada di Jalan Laiya Makassar. Dikatakan Daeng Lewa, di toko itu memang biasanya menjadi langganan para penjual terompet dadakan seperti dirinya dan penjual terompet lainnya.
Tak banyak selisih keuntungan yang didapatkan dari penjualan terompet. Setiap terompetnya, ia biasa hanya mendapat keuntungan sebesar Rp5 ribu saja. Makanya selama penjualan terompet dari awal menjual sampai berakhir malam tahun baru, keuntungannya biasa hanya Rp200 ribu saja.
Itu pendapatan di tahun-tahun sebelumnya, dan sepertinya akan berbeda di tahun ini. Karena Daeng Lewa mengatakan jika biasanya tiap hari ia pasti mendapatkan pembeli, berbeda dengan tahun ini. Tahun ini ia katakan dalam beberapa hari, kadang tak ada pembeli sama sekali.
“Ya hidup memang semakin susah, tahun ini saja semakin kurang ku rasa pembeli terompet. Kayaknya makin banyak juga yang jual terompet. Kayak ini kemarin, seharian saya menunggu ndakda juga yang singgah beli terompet. Ndak tahu kenapa, ta[i mudah-mudahan besok-besok banyak ji,” jelas Daeng Lewa.
Biasanya yang membeli terompetnya kebanyakan adalah orang-orang yang lewat saja. Ia tak memiliki pembeli tetap. Dan yang menjadi kekurangan dari hal itu adalah, makin lama ia menjual, makin banyak juga orang lain yang menjual di sekitar jualannya. Otomatis saingannya pun semakin lama semakin banyak.
Selebihnya, ia sangat berharap bisa lebih sukses lagi kedepannya. Penjualannya semakin laku dan rezekinya semakin bertambah. “Semoga pemerintah juga tidak na larang ji terompet di tahun baru, karena ndak terlalu mengganggu ji,” harap Daeng Lewa.
Daeng Lewa adalah seorang pria berumur 47 tahun. Ia asli dari Makassar. Saat ini ia tinggal di Jalan Manuruki 3 bersama anak dan istrinya. Istrinya bernama Nuryanti. Sedangkan anaknya kini masih berusia 4 tahun bernama Rehan.
Daeng Lewa mengatakan, jika sebenarnya tidak banyak juga keuntungan yang biasa ia dapat selama menjual terompet. Bahkan di beberapa hari pertama ia bahkan tak mendapatkan pembeli satupun. Hal ini ia katakan sangat berbeda kondisinya pada tahun-tahun sebelumnya.(nug/war/b)



×


Dengan Bermodalkan Bambu Dapat Meraup Rezeki

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar