MAMUJU, BKM — Pendekatan keagamaan lewat siar agama, diyakini Bupati Mamuju, H Habsi Wahid sebagai salah satu langkah yang akan memudahkan jalan guna mewujudkan berbagai rencana program pemerintah. Karenanya, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Mamuju yang mendapat dukungan dari Kapolda Sulawesi Barat, terus menggencarkan sejumlah program keagamaan. Utamanya gerakan salat subuh berjamaah yang telah dilaunching 4 bulan lalu, kini berlanjut di Kecamatan Tapalang, Sabtu (6/1), tepatnya di Masjid Jami’ Nururrahman Kelurahan Dayanginna yang juga menjadi kecamatan kedua yang dicanangkannya salat subuh berjamaah setelah Kecamatan Kalukku.
Terkait keyakinannya itu, bupati tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan subuh berjamaah. Karena itulah tuntunan umat muslim untuk melaksanakan salat yang sudah menjadi kewajibannya. Ia juga mengatakan, membuat satu persepsi menjadikan Mamuju sebagai daerah yang maju dan sejahtera, itu tak akan tercapai tanpa pendekatan keimanan. Dan ini bukan hanya untuk umat muslim tetapi untuk semua umat beragama. Karena ini bukan lagi hanya mengenai pembangunan dan banyak konsep program lainnya. Tetapi juga tentang keseimbangan dengan konsep keimanan yang menjadi inti untuk memulai.
Lanjut Habsi Wahid mengatakan, selain untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim, yakni memakmurkan masjid melalui salat berjamaah, ini juga merupakan salah satu bentuk silaturahmi kepada masyarakat, untuk mensosialisasikan program apa saja yang dijalankan pemerintah. Karena untuk mencapai program tersebut, perlu dilakukan pendekatan kekeluargaan. Sehingga bisa timbal balik antara masyarakat dan pemerintah.
Kegiatan yang dilakukan bupati dan wakil bupati Mamuju bersama jajarannya, juga dihadiri Kapolda Sulbar, Drs H Baharuddin Djafar MSi dan jajaran kepolisian Polda Sulbar. (ala/mir/c)
Habsi Yakin Pendekatan Keagamaan Akan Mudahkan Jalan
×

