pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Syahrul Harap MRR Tahap I Rampung Maret

MAKASSAR, BKM– Di akhir-akhir masa jabatannya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menggenjot sejumlah proyek agar bisa tuntas awal tahun ini. Salah satunya yakni proyek jalan lingkar tengah atau Middle Ring Road (MRR) yang sejauh ini masih terkesan lambat.

Gubernur berharap, proyek tahap pertama itu bisa rampung Maret mendatang. Hal tersebut diketahui setelah Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII melakukan pertemuan di ruang kerja Gubernur Sulsel, Senin (8/1).
Selain memperkenalkan Kepala BBPJN XIII baru yang saat ini dijabat Miftachul Munir, juga dilaporkan sejumlah progres pembangunan proyek infrastruktur jalan di daerah ini.
Berdasarkan laporan Kepala BBPJN XIII Makassar, Miftachul Munir sejauh ini progres fisik MRR sudah mencapai 59,45 persen. Dari target awal sepanjang 3,05 km sampai Jembatan kanal Batua direvisi menjadi 1,2 Km.
Menjadi kendala saat ini adalah soal lahan yang belum dibebaskan dari arah jembatan ke Jalan Leimena. Dia berharap Gubernur Sulsel bisa turun tangan menyelesaikan masalah ini.
“Masih ada persoalan lahan di dekat tower. Pak Gubernur menyanggupi akan turun dan memanggil wali kota serta BPN untuk bisa diselesaikan. Soal kontruksi jembatan, di awal memang ada masalah tapi sudah terselesaikan,” jelasnya.
Proyek lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah Bypass Mamminasata. BBPJN mengusulkan kepada pemprov agar tipe jalan ini diubah dari high way menjadi jalan tol.
Alasannya, agar proyek sepanjang 48,3 km tersebut bisa cepat selesai. Dengan kebutuhan anggaran Rp2,42 triliun, jika hanya mengandalkan APBN, butuh 10 tahun proyek tersebut rampung.
“Untuk Bypass Mamminasata, rencana awalnya memang high way, tapi kebutuhan biaya sampai 2,5 triliun. Alokasi tahun ini baru Rp248 miliar, rasanya kalau APBN nanti 10 tahun baru tembus, makanya kita berikan masukan agar di skemakan dengan tol supaya lebih cepat rampung,” ucap Munir.
Sejak dilaksanakan pengerjaannya tahun 2015 lalu, untuk tahap pertama sepanjang 13,75 km. Saat ini progress fisiknya sudah mencapai 52 persen. Untuk mempercepat pengerjaan, kontraktor saat ini fokus menangani 2,65 km.
Terkait permintaan Gubernur Sulsel agar proyek ini bisa diselesaikan bulan Maret mendatang. Pengganti Bastian Sihombing ini akan membahasnya terlebih dahulu dengan kontraktor pelaksana.
” Maret sudah bisa selesai, sebetulnya tidak ada Masalah. Tinggal menyelesaikan Jembatan Tello II sepanjang 110 meter. Untuk badan jalan yang memiliki empat lajur dari arah Perintis ke Jembatan sudah selesai,” ungkapnya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memberikan batas waktu penyelesaian pembangunan jalan dan jembatan Middle Ring Road (MRR) sampai bulan Maret ini. Ini untuk penyelesaian tahap pertama sepanjang 1,2 km dari Jl Perintis Kemerdekaan sampai Jl Laimena.
Permintaan Syahrul ini bukan tanpa alasan, selama ini pembangunan proyek yang dianggarkan Rp174 miliar ini sudah dimulai 2015 lalu. Selain itu, mendekati akhir jabatannya di bulan April dirinya ingin melihat jalan ini sudah berfungsi.
“MRR sangat dibutuhkan dan diharapkan masyarakat salah satu cara mengurai kemacetan transportasi di Makassar. Maret ini minimal tahap satu harus sudah dimanfaatkan,” katanya.
Terkait permasalahan pembebasan lahan yang ada, mantan bupati Gowa ini akan segera menyelesaikannya. Dirinya akan meminta Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto untuk serius menangani hal tersebut.
“Seandainya saya masih punya waktu saya akan ambil alih dan dorong pak Danny, agar selesai lebih cepat,” lanjutnya.
Untuk perubahan By Pass Mamminasata ini, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo masih berharap tetap pada rencana awal sebagai jalan umum. Meski demikian dirinya menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
“Saya sangat senang dengan higway, karena sisi kiri dan kanannya tetap terbuka. Kalau tol akan tertutup, nanti dibuka pada uraian tertentu. Kita mau cepat tapi gunakan skema jalan tol, kalau mau tunggu APBN butuh lima sampai sepuluh tahun. Pilihannya akan keluar dari menteri,” ungkapnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Sulsel, Amin Yakub menambahkan, rencana perubahan ini akan dikonsultasikan ke Jakarta. Pihaknya siap mendukung apapun keputusan dari Kementerian PU-PR. (rhm)



×


Syahrul Harap MRR Tahap I Rampung Maret

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar