MAKASSAR, BKM–Partai Demokrat akan membuktikan kemampuannya ketika pasang badan untuk memenangkan Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Mohamamd Ramdan (Danny) Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi).
DIAmi dipastikan akan dikeroyok sedikitnya sepuluh partai politik pada kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar 27 Juni mendatang.
DIAmi kemungkinan hanya mendapat dukungan dari Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Perhelatan politik Makassar kali ini hampir pasti akan mencatat sejarah baru. Selain untuk pertama kalinya petahana maju lewat jalur perseorangan atau independen, untuk pertama kalinya pula akan terjadi head to head.
Pasangan lain, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) nyaris memborong seluruh parpol yang berada di parlemen seperti Golkar, Nasdem, PKS, PAN, PDIP, PBB, PKPI, Hanura, PPP dan Gerindra.
Sementara, DIAmi malah sebaliknya. Selain Demokrat, parpol baru seperti Partai Berkarya, Partai Perindo, PSI dan Partai Idaman justru berbondong-bondong berada di barisan DIAmi. Ditambah satu parpol lama yang tidak memiliki perwakilan di DPRD Makassar, PKB.
Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali, mengatakan komitmen partainya untuk tetap bersama Danny tak bisa digoyahkan. Selain Demokrat juga termasuk partai pengusung Danny pada Pilwali Makassar 2013 lalu, juga konsisten mengawal kebijakan pemerintahan sejauh ini.
“Pasti, (Demokrat) mengawal perjuangan pak Wali sampai akhir. Kita akan mengawal perjuangan beliau,” ucapnya, saat dikonfirmasi pada Selasa (9/1).
Menurutnya, Demokrat akan tetap setia hingga akhir, tidak pernah berubah. Demokrat yah tidak akan pernah berubah,”tambahnya
Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani menilai, meski ‘dikeroyok’, Demokat sudah punya pertimbangan spesifik terhadap jagoannya. “Sehingga Demokrat tetap bertahan walaupun sendirian. Kita mesti apresiasi keputusan politik Demokrat,” ucapnya.
Apakah keputusan politik Demokrat akan menguntungkan atau merugikan. Bagi Iin, langkah jangka panjang seperti Pileg 2019 bagi parpol, tak terkecuali Demokrat, masih sangat relatif untuk dihitung untung-ruginya. Sebab, katanya, konsentrasi masyarakat masih memperhatikan Pilkada, meskipun partai sudah memikirkan langkah panjangnya. “Risikonya kan sudah Demokat tahu. Jadi pasti alasannya kuat untuk bertahan dengan kondisi demikian. Politik ibarat bermain judi. Banyak bertaruh mati-matian untuk mendapatkan kesepakatan politik yang menguntungkan. Dan hal tersebut wajar,” tutupnya. (ita/rif)
Demokrat Pasang Badan Untuk DIAmi
×

