GOWA, BKM — Upaya jajaran Polres Gowa untuk membasmi kejahatan dan tindak kriminal lainnya di wilayah hukum Gowa terus digalakkan. Salah satu cara yang dilakukan adalah peningkatan kualitas personil.
Semua unit satuan dalam lingkup Polres terus diasah agar kinerja yang dihasilkannya menjadi lebih baik lagi. Seperti salah satu tim kerja Polres Gowa yang menjadi tim inti pembasmi kejahatan yakni tim Anti Bandit.
Untuk meningkatkan kemampuan kerja tim ini, pihak Polres sengaja melakukan sharing dengan jajaran tim Anti Bandit dari Polrestabes Surabaya. Tim pemburu penjahat asal Surabaya dan tim Anti Bandit Gowa saling berbagi strategi agar pola kerja tim dua pihak dapat lebih baik dengan dibackup kemampuan membasmi para pelaku kejahatan yang profesional.
Bertempat di cafe 36 yang berlokasi di kota Sungguminasa, Jumat (12/1/2018) sore lalu, sejumlah personil tim Anti Bandit dari dua kota ini saling silaturahmi dan tukar pikiran serta informasi. Pertemuan ini dipimpin langsung Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga didampingi sejunlah perwira lingkup Polres Gowa.
Menurut Kapolres Shinto, pertemuan yang lebih tepat disebut saling silaturahmi ini untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam menyikapi kasus kejahatan jalanan baik yang terjadi di wilayah hukum Polda Jawa Timur maupun di Kabupaten Gowa.
Pada kesempatan itu Kapolres Gowa yang juga sebagai pelopor pembentukan tim Anti Bandit di dua wilayah hukum yang berbeda ini, sangat mengapresiasi kedatangan personil Anti Bandit Polrestabes Surabaya.
“Saya berharap hasil pertemuan ini dapat dijadikan motivasi dalam tugas-tugas di kewilayahan,” kata Shinto.
Apresiasi Shinto yang sebelumnya bertugas di Polrestabes Surabaya ini diapresiasi balik oleh
tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya yang dipimpin Aiptu Kusman dan Brigpol Sukron. Kedua personil ini berharap kepada AKBP Shinto selaku mantan komandan tim Anti Bandit di Surabaya ini agar dapat beroleh wawasan tambahan. Apalagi di mata dua personil Anti Bandit Surabaya ini menganggap AKBP Shinto adalah pemimpin tegas yang selalu eksis dalam memberantas pelaku kejahatan.
“Kami salut dengan prinsip beliau yang tidak ada kata menyerah sebelum tugasnya berhasil. Dan dari pribadi beliau (Pak Shinto) itulah kami di Surabaya menjadikannya sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik dan profesional hingga saat ini,” kata Aiptu Kusman.
Dari pertemuan tersebut, dua tim Anti Bandit ini sepakat meningkatkan motivasi dan solidaritas tim serta tetap semangat dalam menekan angka kejahatan khususnya kasus 3C. Selain itu, para personil tim Anti Bandit ini diharapkan tidak pernah takut dalam menghadapi para pelaku, serta memprioritaskan pentingnya peranan IT dalam mengungkap kasus 3C dan kasus-kasus lainnya yang memungkinkan terjadi di lintas provinsi. (saribulan)
Dua Tim Anti Bandit Sharing Strategi
×

