pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Menteri BUMN Minta Beras dari Sulsel

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengatakan stok beras di Provinsi Sulsel sebesar 82 ribu ton diserap oleh pemerintah pusat.
“Saya ditelepon Menteri Rini (Menteri BUMN Rini Soemarno) kemarin, ‘Pak Gub jangan resah, saya ambil semua (stok beras Sulsel),” kata Syahrul yang ditemui di Makassar, Selasa (16/1).
Syahrul mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mempersoalkan kebijakan impor yang diambil pemerintah pusat. Pihaknya, lanjut Syahrul, hanya ingin menegaskan bahwa Sulsel memiliki stok beras yang dapat digunakan.
“Saya bukan nantang impor, silahkan impor untuk kondisi darurat tetapi bukan untuk agenda permanen,” tegasnya.
Sebagai kepala daerah, Syahrul mengatakan, pihaknya berkewajiban untuk memperjuangkan kepentingan petani di Sulsel.
“Kan petani kita sudah capek-capek produksi, kenapa harus diambil di luar lagi,” kata dia.
Sebelumnya Syahrul mengatakan untuk bulan Januari saja, mulai tanggal 17, beberapa daerah di Sulsel seperti Kabupaten Soppeng, Wajo, Bulukumba, Sidrap, Luwu, Luwu Utara, Toraja Utara, Tana Toraja, dan Enrekang mulai melakukan panen.
“Kita akan dapat tambahan 100 ribu ton beras untuk Januari saja,” ucapnya.
Sedangkan dari Januari hingga Maret mendatang, pihaknya memperkirakan akan diperoleh 1,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan satu juta ton beras. Hasil panen tersebut, sebutnya, diperoleh dari luas tanam 1,2 juta hektare.
Sementara itu, kelangkaan beras di sejumlah daerah, dipastikan tak akan terjadi di Sulsel. Selain stok yang masih melimpah, awal tahun ini mulai akhir Januari sampai Maret sudah masuk musim panen.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel sampai akhir Maret stok akan bertambah sekitar 1,5 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 1 juta ton beras.
Di akhir bulan ini saja, Sulsel akan mendapat pasukan 120 ribu ton dari beberapa kabupaten yang akan panen raya. Mulai dari Sidrap, Soppeng, Bulukumba, Wajo, Luwu, Luwu Utara, Tana Toraja, Toraja Utara dan Enrekang.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan dengan kondisi tersebut Sulsel siap menyanggah kebutuhan beras nasional dengan menyiapkan “over stok” hingga 2,6 juta ton beras per tahun.
“Target kita minimal per tahun ‘over stok’ 2,6 juta ton beras, itu untuk menyanggah kepentingan nasional,” kata Syahrul di Kantor Gubernur.
Hasil panen tersebut, sebutnya, diperoleh dari luas tanam 1,2 juta ha. Saat ini, kata dia, pihaknya memiliki stok tersedia hingga 82 ribu ton yang siap digunakan.
“Saya sudah komunikasi dengan Menteri Perdagangan, kalau mau pakai dulu yang 82 ribu ton, silahkan, karena Januari ini sudah akan ada yang masuk,” tuturnya.
Pihaknya, kata dia, juga tidak mempersoalkan kebijakan impor beras 500 ribu ton yang diambil pemerintah pusat.
“Semua bisa pahami kondisi nasional, kenaikan harga di beberapa tempat memang kita khawatir, sikap kita tidak mempersoalkan impor, saya tidak dalam kompetemsi bicara secara nasional,” jelasnya.
Ia juga yakin, beras impor tersebut akan didistribusikan ke daerah yang kekurangan, sehingga harga beras di Sulsel tidak terpengaruh.
“Kami ingin agar gairah petani mendapatkan harga yang baik dapat terjaga,” pungkasnya. (rhm)



×


Menteri BUMN Minta Beras dari Sulsel

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar