MAMUJU, BKM — Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat (Sekprov Sulbar), Ismail Zainuddin, menghadiri rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulbar, di kantor perwakilan BI Sulbar, Rabu (17/1).
Rapat tersebut bertujuan melakukan evaluasi pencapaian inflasi Sulbar selama tahun 2017. Ismail menuturkan, inflasi di Sulbar pada tahun 2017 sebesar 3.97 persen. Lebih tinggi dari inflasi sebelumnya. Untuk itu, para instansi terkait harus bisa membuat terobosan-terobosan baru sebagai solusi mengatasi masalah meningkatnya inflasi Sulbar.
”Tugas kita semua sebagai tim pengendali inflasi daerah yaitu menjaga kestabilan harga dengan melakukan semua hal yang bisa dilakukan. Terutama menjalin koordinasi kepada semua OPD di daerah. Saya juga mengajak para pimpinan OPD untuk mengoptimalkan APBD dalam rangka memaksimalkan infrastruktur untuk masyarakat,” tuturnya.
Masih kata Ismail, untuk APBD tahun ini, Sulbar akan terus mendorong niaga dan produksi pangan di daerah-daerah serta akan memperkuat pengawasan distribusi pangan tersebut.
”Kita juga akan meningkatkan kekuatan agrobisnis. Karena kita sadar, daerah kita adalah daerah pertanian. Bukan daerah industri. Terkait masalah beras, kita akan menggandeng BUMD untuk mengatasi masalah itu,” mantan penjabat bupati Mamuju Tengah (Mateng) ini.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulbar, Dadal Angkoro, pada kesempatan tersebut menuturkan, selain untuk evaluasi pencapaian inflasi Sulbar ditahun 2017, rapat koordinasi ini juga telah mempersiapkan rumusan kebijakan TPID, antara lain adalah untuk mempercepat pembentukan pada BUMD, optimalisasi terhadap kampung nelayan, juga menggenjot hilirisasi holtikultura serta dapat memperkuat pengawasan juga pada distribusinya. Juga memperbaiki pada pascapanen.
Rumusan pada kebijakan ini akan disampaikan pada Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar pada Februari akan datang. Karena inflasi itu adalah tanggungjawab bersama. Makanya, seluruh instansi harus terlibat pada penyelesaiaannya,” paparnya.
Kepala BI Perwakilan Sulbar, Dadal, menyampaikan, dalam perbandingan inflasi Sulbar dan inflasi secara nasional, maka inflasi Sulbar ditahun 2017 mencapai 3,79 persen. Sedangkan inflasi secara nasional sebesar 3.61 persen. Angka ni lebih tinggi dibandingkan tahun 2016. Untuk Sulbar mencapai 2,23 persen dan untuk inflasi nasional 3,02 persen.
Untuk tahun 2015, inflasi Sulbar mencapai 5,07 persen dan inflasi nasional mencapai 3,35 persen. ”Penyumbang inflasi di daerah ini selama dua tahun terakhir adalah bawang merah, beras, kacang panjang, mie kering, minyak goreng, cabai merah, cakalang, layang, bandeng, dan cumi-cumi. (ala/mir/c)
Ismail: Jaga Kestabilan Harga
×

