SELAIN offroad, Andi Arwin Azis ternyata jatuh cinta pada olahraga lari. Aktifitas itu tidak sekadar menjaga kesehatan ataupun kebugaran fisik. Melainkan untuk menjajal kemampuan, sekaligus meraih prestasi di berbagai event atau turnamen lari.
Laporan: Rahmawati Amri
ALUMNI Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) ini tercatat pernah mengikuti Superbowl Run Jakarta tahun 2017 lalu. Event ini cukup berkesan bagi Arwin. Karena bersama pelari lainnya, mereka melaju di area tol yang waktu itu belum diresmikan.
Di skala lokal, tak terhitung lagi event yang diikuti. Beberapa diantaranya Bosowa Run 10K, Four Point Run to Give 7K, dan masih banyak lagi.
Hingga kini, mantan kepala Biro Umum Pemprov Sulsel itu telah berhasil mengoleksi 10 medali dari lari.
Arwin dalam waktu dekat juga bakal menjajal kemampuannya sebagai runners di event cukup bergengsi yang akan diselenggarakan di luar negeri. Tepatnya pada event Klaraton 21 kilometer yang akan digelar di Kuala Lumpur di April mendatang.
Berbagai persiapan mulai dilakukan. Termasuk mempersiapkan fisik sebaik mungkin agar bisa sukses dalam event tersebut.
Pada dasarnya, suami Hj Andi Tenri Anna ini tidak mengejar juara ataupun hadiah. Apalagi yang ikut cukup banyak pelari dunia. Namun pengalaman berharga dan ingin menjajal kemampuan, itu yang utama.
Konsistensinya menggeluti olahraga lari dibuktikan dengan tetap melakoni aktifitas tersebut di manapun berada. Termasuk saat mendampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di beberapa kunjungan kerjanya, baik dalam maupun luar negeri.
Dia pernah berlari di Adeliede Australia Selatan, di New Zealan, Singapura, Johor, Trengganu, Malaysia. Salah satu track lari yang cukup berkesan adalah saat menyusuri pesisir Laut Cina Selatan yang berada di kawasan Trengganu, Malaysia.
Ke manapun Arwin melakukan kunjungan kerja, peralatan untuk lari tak pernah lupa dibawa serta. Mulai kostum, seperti baju dan celana, hingga sepatu.
Tak ketinggalan jam tangan aplikasi yang cukup canggih. Karena bisa mencatat jarak, kecepatan, kalori yang terbakar, hingga rute lari.
Agar tetap termotivasi dalam menekuni olahraga ini, sekaligus berbagi informasi maupun cerita, dan ajang silaturrahmi, Arwin membentuk satu komunitas lari yang bernama Toddopuli Runners. Anggotanya sekitar 30 orang. Kebanyakan merupakan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov Sulsel, yang memiliki hobi serupa.
Dia berharap, Allah Swt terus memberikan kesehatan dan kesempatan yang baik agar tetap bisa menekuni olah raga ini. (*/rus)

