MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 641 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulsel.
SK tersebut diserahkan pada masa awal Orientasi dan Pembekalan CPNS Tahun 2018 Kemenkumham Sulsel Tahun 2018, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin (22/1/2018).
Pengangkatan 641 CPNS tersebut dengan rincian, 551 kualifikasi pendidikan SLTA/sederajat, dan 90 kualifikasi pendidikan dokter dan sarjana. Namun, jumlah sesungguhnya yang diterima sebanyak 642 orang CPNS, karena terdapat dua orang dengan nilai yang sama.
Telekonferensi dilakukan bersama Menteri Hukum dan HAM Yosanna Laoly, Gubernur Sulsel, serta Kakanwilkumham Sahabuddin Kilkolda.
Telekonfrensi ini dilakukan di 33 kantor wilayah Kemenkumham RI, dengan sebanyak 17 ribu lebih peserta mengikuti orientasi awal.
Sekertaris Jendral Kementerian Hukum dan HAM RI, Bambang Rantam Sariwanto, dalam laporannya melalui telekonfrensi di Balai Kartini Jakarta, menyebutkan, secara keseluruhan orientasi dilaksanakan selama satu tahun penuh.
Adapun tujuan dari orientasi ini untuk meningkatkan kualitas CPNS Kemenkumham, pembekalan unit organisasi dan pembentukan karakter.
“Para CPNS diharapkan menjadi manusia berintegritas dan profesional sebagai aparatur sipil negara,” kata Bambang.
Mereka akan disebar di seluruh wilayah Sulsel, kecuali Kepulauan Selayar. Kuota penempatan terbanyak adalah Makassar sekitar 60 orang lebih yang bertugas di Rutan Kelas 1 Makassar. Penempatan disesuaikan dengan kepadatan warga binaan yang dijaga.
Selayar saat ini dinilai masih berimbang antara petugas dan warga binaan sehingga tidak termasuk kuota penerimaan tahun 2017.
Usai pelantikan hari ini, para CPNS ini akan mengikuti masa orientasi yang berlangsung di Asrama Haji Sudiang.
Orientasi ini bertahap. Untuk tahap pertama secara keseluruhan, akan berlangsung 23-26 Januari, dengan materi terkait Kemenkumham, termasuk kode etik.
Sementara tahap kedua dilakukan klasifikasi berdasarkan dengan jabatan masing-masing.
Peserta yang lulus bukan hanya warga Sulsel, namun beberapa daerah di Indonesia. Seperti satu formasi CPNS psikologi klinis yang berasal dari Madiun, Jawa Timur.
Kasub Penyusunan Pelaporan Humas dan TI Dedy Ardianto, mengatakan, mereka diambil berdasarkan passing grade atau batas nilai minimum.
“Ya kita di Sulsel kebetulan untuk kebutuhan psikologi tersebut tidak memenuhi passing grade. Jadi, untuk formasi psikolog klinis tidak ada yang memenuhi, pusat mengambil dari provinsi yang memenuhi,” sebut Dedy.
Dedy menambahkan, telekonfrensi ini dilakukan untuk menghormati para kepala daerah sebagai perwakilan pemerintah pusat. Pada acara orientasi awal ini, musisi asal Makassar Rizcky De Keizer juga tampil menghibur. (rahma)
Gubernur SYL Serahkan SK Kemenkumham Kepada 641 CPNS
×

