MAMASA, BKM — Pemilihan bupati (Pilbup) Kabupaten Mamasa mulai memanas pasca-tidak lolosnya pasangan Rudianto SH dan Nurhadi Lake Pulio SH sebagai calon independen dan pasangan Drs Obed Nego Deparinding dan Drs Benyamin YD MP yang didukung Partai Gerindra dan Hanura karena jumlah kursinya tidak mencukupi.
Dengan demikian, dalam Pilbup Mamasa yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 mendatang, hanya menyisakan satu pasangan calon, yakni H Ramlan Badawi dan Marthinus Tiranda.
Kondisi ini membuat sejumlah pihak merasa tidak puas. Akibatnya, sejumlah baliho pasangan calon Ramlan Badawi-Marthinus Tiranda, dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab.
Beberapa baliho Ramlan-Marthinus yang dirusak berada di tepi jalan poros Polewali-Mamasa, mulai dari Desa Sepakuan dan Desa Balla, Kecamatan Balla, kemudian di Desa Rambusaratu, Kecamatan Mamasa.
Pengrusakan ini diduga dilakukan pada malam hari. Seperti disampaikan Wilyam Agus, salah seorang warga Mamasa, kepada Berita Kota Makassar, kemarin, menuturkan, pengrusakan ini diduga dilakukan oleh oknum yang bukan pendukung pasangan Ramlan Badawi-Marthinus Tiranda.
”Pengrusakan baliho calon bupati dan wakil bupati Mamasa ini telah menciderai demokrasi sesungguhnya. Jika tidak mendukung calon bupati, jangan dirusak balihonya. Minimal di TPS tidak diberi suara. Sebab baliho yang dirusak secara tidak langsung kita mempertontonkan kelemahan kita bahwa kita belum siap berdemokrasi,” kata Wilyam.
Sekadar diketahui, pada Pilbup Mamasa 27 Juni 2018 nanti, pasangan Ramlan Badawi-Marthinus Tiranda yang didukung 10 partai politik, yakni Partai Demokrat, PDIP, Golkar, PPP, PKB, Nasdem, PKS, PAN, PBB, dan Partai PKPI akan menghadapi kotak kosong. (dar/mir/c)
Baliho Ramlan-Marthinus Dirusak
×

