MAKASSAR, BKM–Bukan hanya daerah tujuan wisata dan kegiatan bertaraf internasional, Kota Makassar juga ternyata menjadi daerah favorit tempat pembuangan orang gila atau orang gangguan jiwa dari luar daerah.
Warga Kota tidak tahu persis dari mana asal muasal orang hilang ingatan yang berkeliaran setiap harinya di dalam Kota Makassar.
Disinyalir mereka sengaja dibuang ke Kota Makassar lantaran dianggap daerahnya luas dan strategis serta berdekatan dengan dua kabupaten yakni Gowa dan Maros.
Pembuangan orang tidak waras tersebut bisa saja dilakukan pada malam hari.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar mendesak Dinas Sosial (Dinsos) Makassar terjun melakukan patroli di jalan.
Sekertaris Komisi D DPRD Makassar, Supratman mengatakan, secepatnya Dinas Sosial harus merehabilitasi mereka ke rumah sakit jiwa agar tidak menimbulkan keresahan dan ke khawatiran masyarakat.
“Dinsos harus ambil mereka dan menyerahkan ke rumah sakit jiwa, jika Makassar sudah dijadikan tempat pembuangan maka ada pihak yang sengaja melakukannya.
“Ada oknum yang melakukan hal tersebut. Coba Dinsos dalami itu, karena pasti akan meresahkan warga baik di jalan dan di sekitaran rumah warga,” ujarnya.
Saat ini tercatat sedikitnya 205 orang tidak waras yang berkeliaran di dalam kota.
“Kalau orang tidak waras seperti itu sebenarnya patut diperhatikan kondisinya, karena mereka itu adalah orang yang hilang kesadarannya. Olehnya itu, pemerintah dituntut memberikan fasilitas dan pengobatan,” tuturnya.
Sementara itu, legislator Fraksi PKS, Iqbal Djalil menambahkan, perlu ada penertiban yang dilakukan dinsos untuk memperbaiki mental orang tidak waras.
“Itu harus ditertibkan dan diberikan tempat yang layak, mereka juga punya hak untuk hidup dan itu tugas pemerintah,” tuturnya.
Sesuai data dari Dinas Sosial Makassar, sepanjang tahun 2017, Dinas Sosial berhasil mengamankan sebanyak 121 orang tidak waras atau penderita psikotik. Dari data jumlah di atas, lebih banyak laki-laki dengan jumlah 99 orang, dan 22 perempuan orang gila.
Kepala Seksi Pembinaan Anak Jalanan dan Gelandangan Pengemis Dinsos Kota Makassar, Kamil Kamaruddin mengatakan, dari hasil operasi yang telah dilakukan Dinsos Kota Makassar 2017 berhasil mengamankan 121 orang tidak waras. Mereka diamankan baik di tepi jalan ataupun di rumah warga. Mereka sudah diberikan penyembuhan dan pembinaan di Rumah Sakit (RS) Jiwa Dadi Makassar.
“Setelah dilakukan penyembuhan dan dipastilan benar-benar sudah sembuh, kami di Dinsos Kota Makassar mengantarkan mereka ke rumah pihak keluarganya. Karena pikirannya sudah normal, kami bisa nyambung komunikasi dan mempertanyakan asalnya,” sebut Kamil, kemarin.
Tidak jarang pasca penyembuhan, ketika ditanya mereka mengaku sengaja di telantarkan di Makassar baik dari keluarganya ataupun oknum-oknum lainnya yang tidak menerima kehadiran mereka.
“Kalau sudah sembuh kita tanya mereka di mana tinggalnya dan kenapa bisa ada di Makassar. Biasanya dia mengaku sengaja di buang oleh pihak keluarga ataupun dari pihak-pihak lain. Meski demikian kita tetap tidak harus percaya semuanya karena tidak punya bukti kuatnya,” katanya.
Sejauh ini, Dinsos Kota Makassar belum pernah mendapati secara langsung oknum-oknum dari luar daerah dengan sengaja menelantarkan orang tidak waras di Kota Makassar. Apalagu mereka yang terjaring kebanyakan berasal dari luar daerah dan bisa diindikasikan ada oknum yang dengan sengaja menjadikan Kota Makassar sebagai pembuangan orang tidak waras.
“Ada indikasinya seperti itu. Karena saat kita introgasi pasca penyembuhan mereka mengaku kalau dia sengaja ditelantarkan di Makassar. Kalau daerahnya ada Maros, Pangkep dan Bulukumba. Itu sepanjang tahun 2017,” singkatnya. (arf-ita)

