LUWU, BKM — Naiknya harga beras di pasaran pada awal tahun 2018 menyebabkan sejumlah harga sembako lainnya ikut naik mengikuti harga beras di kabupaten Luwu.
Kenaikan harga beras dan sembako di kabupaten Luwu menyebabkan daya beli masyarakat terhadap bahan pokok menurun.
Untuk mengetahui penyebab menurunnya daya beli masyarakat di kabupaten Luwu, Tim Satgas Pangan di Pimpin Kasat Reskrim AKP Faisal Syam didampingi Kadis Pertanian Andi Pangeran bersama Kabid Perdagangan Husna Sunusi turun langsung melakukan pengecekan harga sembako di beberapa pasar kabupaten Luwu.
“Tim Satgas Pangan telah melakukan pengecekan stock beras yang ada di Gudang Bulog Pammanu, Belopa Utara. Dari pengecekan kami, terdapat stock beras sekitar 1.000 ton beras,” kata AKP Faisal Syam sambil mengurai stok pangan di Luwu di pastikan aman hingga empat bulan kedepan.
Usai mengecek Gudang Bulog, rombongan Satgas Pangan langsung menuju Pasar Suli untuk melakukan pengecekan harga beras di tingkat pengecer, serta barang bahan pokok lainnya.
Hingga saat ini harga beras di tingkat pengecer di pasar Suli belum mengalami penurunan dari beberpa jenis beras yang sebelumnya mengalami kenaikkan Rp1.000,- per Kg.
Kepada BKM, Kasat Reskrim AKP Faisal Syam menjelaskan, bahwa pihaknya telah menelusuri jalur distribusi beras dari petani hingga ketingkat pengecer dan konsumen.
Kenaikan harga beras secara keseluruhan di Luwu tidak signifgkan, kenaikan tersebut dipicu keterlambatan distribusi beras dari perodusen hingga ke tingkat pengecer.
Dan untuk Luwu sendiri hingga 4 bulan kedepan ketersediaan beras masih aman.
“Kedepan Satgas Pangan akan segera mengevaluasi hasil pantauannya, dan hasilnya akan disampaikan kepada masyarakat, serta berupaya mengkoordinasikan dengan pihak produsen serta distributor beras untuk segera mendistribusikan beras kepada para pedagang, sehingga ketersediaan beras hingga ke tingkat pengecer,” tandas AKP Faisal Syam. (Irwan musa)
Satgas Pangan Luwu Pantau Harga Sembako di Pasar
×

