MAMASA, BKM — Warga Mamasa diresahkan kelangkaan elpiji 3 kilogram (Kg). Sejumlah agen yang berada di Kota Mamasa terlihat kesulitan. Akibatnya sejumlah warga mengeluh.
Sejak 2 minggu terakhir, di Kabupaten Mamasa juga mengalami kelangkaan elpiji ukuran 3 kg atau yang sering disebut gas melon. Hal itu tentunya menjadi keluhan warga yang menggunakan elpihi bersubsidi tersebut.
Ririn (25) warga Kecamatan Tawalian mengaku sangat resah atas kelangkaan elpiji 3 kg tersebut. Karena ia harus mengeluarkan uang belanja Rp25.000 untuk membeli elpiji melon tersebut, akibat kelangkaan yang terjadi.
Padahal sebelumnya, kata Ririn, harga di penjual eceran untuk elpiji 3 kg hanya Rp 21.000. Setelah mengalami kelangkaan, harganya pun melonjak. ”Iya. Sangat resahlah. Biasanya elpiji 3 kg mudah didapatkan di kios-kios. Sekarang, di pangkalan pun susah. Selain itu, harga di pengecer juga alami kenaikan cukup tinggi, yakni berkisar Rp4.000 rupiah sampai Rp5.000,” ujarnya, Selasa (23/1).
Sementara menurut Paulus, pemilik pangkalan elpiji 3 kg yang berada di Jl. Emmy Saelan Kota Mamasa saat ditemui menjelaskan kelangkaan elpiji itu terjadi sejak bulan desember lalu. Selain langka, pasokan elpij juga tersendat-sendat. Kadang datang, kadang pula tidak.
”Soal penyebab langkanya elpiji ini, saya kurang tahu. Karena saya juga hanya menampung dan menyalurkan pasokan yang didatangkan pihak Pertamina,” jelasnya.
Senada hal itu, Sudirman sopir pemasok elpiji 3 kg yang mengaku dari Pertamina
Parepare mengatakan, pihaknya tidak tahu penyebab langkanya elpiji melon tersebut. Namun menurutnya, kelangkaan ini terjadi sejak bulan Desember atau jelang tahun baru.
”Kalau soal pengalihan ke elpiji 5 kg, saya juga belum tahu. Karena belum ada penyampaian dari atasan yang pasti memang sangat langka,” ujarnya.
Meski disebut langka, tetapi Sudirman mengaku tiap hari memasok elpiji 3 kg di Mamasa yang tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Sumarorong, Nosu, Messawa, Mamasa, dan Kecamatan Mambi.
”Kalau perusahaan yang saya tempati, ada sekitar 4 truk yang mensuplei elpiji di Mamasa. Itu dilakukan hampir tiap hari, selain hari Senin,” pungkasnya. (dar/mir/c)
Elpiji 3 Kg Langka, Masyarakat Mamasa Resah
×

