MAKALE, BKM–Tingginya angka kekerasan dan pencabulan anak di bawah umur baik di Tana Toraja maupun Toraja Utara, menjadi perhatian serius Kapolres AKBP Julianto P.Sirait. ”Bayangkan di Januari 2018, sudah enam kasus dilaporkan masyarakat,” kata Julianto kepada BKM, Selasa (30/1).
Enam kasus tersebut trendnya cukup tinggi, dan paling menghebohkan masyarakat Toraja belum lama ini pemerkosaan pelajar berinisial “LA” (14) diatas angkot (23/1) lalu oleh tiga lelaki sepulang sekolah. Tiga pelaku RR (20), YDB (21), dan MH (18), sudah mendekam di sel Polres Tana Toraja, dan barang bukti satu unit mobil Suzuki Carry sudah diamankan.
”Kasus pencabulan tidak ada toleransi, apalagi penangguhan penahanan sampai ada kepastian hukum,” kata Julianto. Matias, aktivis LSM Kombongan Situru yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan, kasus kekerasan anak dan perempuan di Toraja sudah sangat memperihatinkan.
Menurut dia, melihat tingginya kasus pencabulan anak dan kekerasan perempuan di Tana Toraja dan Toraja Utara, Pemda tidak boleh menutup mata, apalagi OPD pemberdayaan perempuan sudah ada.
Meski begitu, sambung Matias, peran dan psngawasan dari orang tua sangat menentukan. Apalagi di era global digital, pengaruh tehnologi kepada fisik dan pola pikir serta perilaku anak. (agus)
Awal 2018 Sudah Enam Kasus Kekerasan Anak Diproses Polres Tana Toraja
×

