MAKALE, BKM– Ratusan sopir angkot dari berbagai jurusan jurusan di Tator menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Tator, Senin (2/1). Mereka
mendesak Pemkab agar sekitar Pasar Seni angkot jurusan Mengkendek diperbolehkan menaikkan dan menurunkan penumpang tanpa masuk terminal.
Pada aksi unjuk rasa kemarin mobil angkutan trayek Makale-Salubarani, Makale-Mebali, Makale-Buntu-Perindingan, Makale-Palipu-Marinding, Makale-Bala-Gasing, Makale-Tampo, Simbuang, dan jurusan ke Mengkendek lainnya.
Korlap aksi Robinson, mendapat penggawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Tana Toraja dipimpin Wakapolres Kompol Archilaus Lempong.
Para sopir menyampaikan aspirasinya diterima Wakil Ketua DPRD Kendek Rante dan Andareas Tadan bersama anggota dewan lainnya di lobi Gedung DPRD.
Perwakilan sopir Gamal Mangesa meminta dewan untuk memfasilitasi para sopir bertatap muka dengan Bupati Nicodemus Biringkanae.
Demikian pula bus antar kota parkir dalam kota Makale ditertibkan sebab biang kemacetan kota Makale.
Untuk itu para sipir menawarkan solusi agar Pemkab segera membangun terminal mini sekitar KM 3 Botang untuk melayani angkutan umum ke Mengkendek dan Enrekang.
Terpisah Wabup Victor Datuan Batara mengakui data angkot yang melayani trayek Mengkendek hanya 15 yang resmi dan selebihnya plat gantung alia ilegal. Menurut Victor, hadirnya terminal bayangan membuat Kota Makale jadi kumuh.
(gus/C).
Ratusan Sopir Angkot Demo di DPRD
×

