pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kapolsek dan Danramil Pallangga Tertibkan Tambang Liar di Sogaya

GOWA, BKM — Jajaran Polres Gowa tetap konsisten dan serius dalam menertibkan aktivitas tambang galian C ilegal.
Kalau sebelumnya dilakukan tim Polres di Sugitangnga Kecamatan Bajeng, instruksi penertiban tambang ilegal ini pun ditindaklanjuti jajaran Polsek Pallangga di kampung Sogaya, Desa Julukanaya, Kecamatan Pallangga, Sabtu sore (3/2/2018).
Sejumlah anggota Polsek Pallangga dan Koramil turun memantau dan menertibkan tambang liar di daerah tersebut.
Kapolsek Pallangga, AKP Amin Juraid bersama Wakapolsek didampingi Kanit Reskrim dan personil Polsek Pallangga bersama Danramil Pallangga.
Di lokasi tambang liar Sogaya, mereka menggunakan mesin pompa dan alat isap pasir yang disedot dari dalam tanah.
Para pekerja tambang langsung meninggalkan lokasi, bahkan ada yang sempat memutuskan pipa dan bambu yang disambungkan dengan mesin pengisap ke pinggir area penambang.
Penggerebekan yang dilakukan petugas ini berbuah nihil. Pasalnya tak satupun mesin pompa yang bisa diamankan lantaran mesin-mesin pengisap pasir itu terkesan sengaja diletakkan di air rawa yang jauh dari jangkauan.
“Saat kami berada di lokasi, kami langsung berkoordinasi dengan Kasat Pol PP Gowa melalui telepon untuk meminta bantuan mobil. Tapi kami diarahkan menghubungi Kadishub Gowa namun telpon selular Kadishub tidak aktif. Makanya Danramil Pallangga memerintahkan anggotanya ke kantor Dishub namun tak satu orang pun anggota Dishub yang piket,” kata Kapolsek Pallangga, AKP Amin Juraid.
Hal itu dibenarkan Danramil Pallangga, Kapten Arm Santoso R. Saat dikonfirmasi BKM pukul 20.00 Wita, mantan Pasi Intel Kodim 1409 Gowa ini menyayangkan tidak adanya dukungan dari pihak Pemkab Gowa yakni Satpol PP maupun Dinas Perhubungan.
“Seandainya kendaraan pengangkut yang diminta itu disiapkan oleh Dishub, maka tujuh unit pompa yang digunakan tujuh penambang ilegal tadi sore sudah kita amankan. Seharusnya Kadishub serius dengan aksi kami ini. Dua anggota saya kerahkan ke kantor Dishub karena kadishub mengatakan ada petugas piket yang sedang jaga. Tapi sampai di kantor Dishub tak satupun petugas Dishub yang piket. Ada kesan Dishub tak dukung aksi kami,” ungkap Danramil kecewa.
Santoso juga mengatakan, pihaknya heran lantaran sesampainya di lokasi, para penambang sudah kabur duluan.
“Rencana razia kami sudah dimonitor rupanya. Akibatnya kami gagal membawa mesin-mesin pengisap pasir itu yang sengaja diletakkan para penambang di tengah rawa yang kedalaman airnya hingga 5 meter. Namun yang jelas tujuh penambang itu sudah kami identifikasi,” tambah Danramil.
Dikatakan Danramil, untuk efektifnya operasi tersebut perlu dilakukan koordinasi dengan Dishub atau Dinas PU untuk meminjam alatnya berupa exscavator atau mobil yang memiliki katrol.
“Kita harus dibackup arnada seperti itu karena rata-rata mesin pengisap pasir sengaja diletakkan di tengah rawa dan kadang ditenggelamkan untuk menghilangkan jejak dari petugas jika ada penggerebekan,” tambah Santoso yang pulang dengan basah kuyup karena diguyur hujan saat di lokasi tambang liar. (saribulan)



×


Kapolsek dan Danramil Pallangga Tertibkan Tambang Liar di Sogaya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar