pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Gagal Lanjut SMP, Warga Wanuawaru Stres

MAROS, BKM — Lantaran keinginannya melanjutkan sekolah ke bangku SMP setelah lulus dari bangku sekolah dasar beberapa tahun lalu, membuat Jahidah jadi stres hingga mengalami gangguan jiwa.
Untuk menghindari Jahidah mengganggu warga lainnya, kedua orangtuanya, yakni Udding dan Tuo, warga Desa Wanuawaru, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, harus membelenggu Jahidah dengan mengikat kedua kakinya pada sebatang balok kayu atau dipasung.
Pemasungan seorang anak oleh orangtuanya selama sekitar 20 tahun, baru terkuak setelah salah seorang anggota Babinsa setempat menemukan dan melaporkannya ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Maros.
Setelah mendapat laporan dari Babinsa setempat, Dinsos Maros langsung bergerak memberikan bantuan kepada salah satu warga Desa Wanuawaru Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros
”Usai kami mendapatkan laporan dari Babinsa, pada Selasa lalu, saya kemudian instruksikan Tim Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosila (PMKS) Dinsos Maros menyambangi rumah korban,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, H Syamsir, Jumat (2/2).
Tim PMKS Dinsos Maros kemudian melakukan langkah rehabilitasi dan membawa Jahidah ke Puskesmas Cenrana untuk mengecek kondisi kesehatan dan kejiwaannya. Syamsir menegaskan, lambannya penanganan terhadap korban akibat tidak adanya laporan dari warga maupun dari pemerintah setempat.
”Dinsos Maros tidak akan tinggal diam, dan segera menangani permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat, apabila ada informasi yang diterima. Kami bersyukur ada anggota Babinsa yang berkenan melaporkan permasalahan ini. Sehingga penanganan penyembuhan psikologis Jahidah bisa dilakukan,” katanya.
Ketua DPRD Maros, H.A.S. Chaidir Syam, S.IP, saat dikonfirmasi tekait kasus pemasungan salah satu warga maros, mengaku prihatin dan kecewa dengan lambannya penanganan terhadap korban, akibat keterlambatan informasi kepada instansi terkait.
”Saya sebagai wakil rakyat sangat kecewa atas kinerja aparat di tingkat kecamatan hingga dusun. Seharusnya mereka sejak dini bergerak dan mencari tahu, apakah ada gejala sosial menimpa warganya, seperti Jahidah ini. Langkah selanjutnya segera melapor ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, yakni dinas sosial, dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta dinas pendidikan,” ungkapnya sedih. (ari/mir/c)



×


Gagal Lanjut SMP, Warga Wanuawaru Stres

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar