MAKASSAR, BKM– Menjelang seleksi calon komisioner KPU Sulsel untuk pemilihan Gubernur dan Walikota di Sulsel. Sejumlah pengamat meminta tidak ada intervensi politik atau komisioner titipan pada seleksi calon. Sekedar diketahui ada lima Komisioner KPU Sulsel, dan 11 KPU kabupaten/kota yang masa kerjanya berakhir pada Mei mendatang. Di tengah penyelenggaraan pemilihan yang akan berlangsung serentak pada Juni nanti dinilai berpotensi terjadinya gesekan ataupun kecurangan oleh penyelenggaran, termasuk adanya komisioner titipan.
Pengamat politik dari Unhas, Adi Suryadi Culla mengungkapkan kondisi tersebut bukanlah rahasia umum bagi KPU. Dimana seharusnya KPU menjadi lembaga yang independen dan bebas dari pengaruh politik. Namun tidak dipungkiri Adi,intervensi politik dari sejumlah pihak bisa saja terjadi dalam seleksi calon komisioner KPU.
“Kita cermati proses rekruitmennya masih oke. Namun yang jadi catatan adalah intervensi dari sejumlah pihak artinya ada potensi, jadi kita harap rekrutmennya bisa lebih transparan agar bebas dari pengaruh kepentingan,”ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (8/2).
Mantan Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas mengungkapkan proses pergantian komisioner KPU Sulsel berpotensi menimbulkan masalah di tengah penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan. Apalagi dalam UU tidak diatur adanya perpanjangan masa kerja oleh komisioner, sehingga mau tidak mau tim seleksi komisioner yang baru memang sudah dibentuk. “Kalau KPU Sulsel masih mending, karena ada rentang waktu satu bulan sebelum pemilihan dilakukan yang paling rawan ini adalah KPU” ucapnya.
Menurutnya ada tiga hal yang mesti diantisipasi dalam proses pergantian komisioner KPU. Pertama adalah semangat kerja para komisioner yang akan menurun. Masalah yang kedua yakni psikologi komisioner yang juga akan dipengaruhi dari pergantian itu. “Mengapa menurun, lantaran ada rasa putus asa karena mereka akan diganti, sehingga tidak ada lagi dorongan untuk memaksimalkan kinerja disisa akhir jabatan, KPU akan mudah masuk angin diakhir masa jabatan untuk memanfaatkan masa kerja diakhir- akhir jabatan di momen pilkada,”sebutnya.
Ketua Tim Seleksi Komisioner KPU Sulsel, Basti Tetteng mengaku, belum menerima jadwal resmi dari KPU RI terkait tahapan seleksi calon komisioner KPU Sulsel. “Sampai detik ini saya belum menerima jadwal resmi. Hanya bersifat tentatif bahwa akan dilakukan Januari atau Februari.”katanya.
Ia mengatakan semua warga negara berhak untuk ikut mendaftar. Bagi yag berminat dan memenuhi syarat bisa mendaftar dan mempersiapkan diri sedini mungkin untuk ikut seleksi.Syarat-syarat bisa dilihat berkas di Peraturan KPU nomor 7 nomor 2018 . Menanggapi isu titipan komisioner dalam seleksi, Basti memastikan hal tersebut tidak akan terjadi. “Insyah Allah kita tidak akan menghianati sumpah kami saat dilantik dengan menandatangi fakta integritas.”katanya. (ita/rif)
Mewaspadai Seleksi Calon Komisioner KPU
×

