PAREPARE, BKM– Penetapan pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Parepare periode 2018-2023 di Media Centre KPU tidak diliput oleh wartawan, Senin (12/2). Sejumlah wartawan melakukan aksi walk karena KPU tidak mengizinkan untuk meliput saat penetapan paslon walikota dan wakil walikota tersebut. Padahal KPU sudah memberikan ID Card peliputan kepada wartawan.
Pantaun BKM, puluhan wartawan duduk di depan pintu yang dijaga ketat polisi. Para jurnalis yang meliput di KPU sangat kecewa karena tidak diberi kebebasan untuk meliput pada kegiatan paslon walikota dan wakil walikota Parepare.
Wartawan TV One, Rusli Djafar, mengatakan, sebagai wartawan televisi pasti butuh gambar saat kegiatan penetapan paslon. “Untuk apa kita dikasi ID Card kalau kita tidak bisa ambil gambar saat penetapan paslon, “tuturnya kecewa.
Hal senada diungkapan, Amir Pujo. Jurnalis online ini menyesalkan panitia atau KPU yang membatasi wartwan untuk meliput. “Kita datang disini untuk liputan dan sudah diberi Id Card, setelah kami mau masuk di media centre kami dilarang oleh aparat kepolisian, jadi untuk apa kita datang kalau kita dilarang meliput, “jelasnya.
Komisioner KPU Parepare, Sudirman, meminta maaf kepada teman-teman jurnalis yang bertugas di KPU Parepare saat acara penetepan paslon walikota dan wakil walikota. Sudirman tidak tahu jika adanya larangan bagi teman media yang meliput, padahal sudah siiapkan tempat.
“Kami minta maaf atas kejadian ini, kami tidak tau kalau teman dilarang meliput, padahal kami sudah siapkan tempat didalam ruangan, “jelasnya. (samir)
Jurnalis 'Walk Out' di Penetapan Paslon Di KPU
×

