MAMUJU, BKM — Pengembangan tanaman sawit yang ada di wilayah Sulbar kini dilakukan melalui program peremajaan di wilayah Sulbar. Termasuk pada tanaman sawit yang dimiliki masyarakat petani sawit di Sulbar.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Sulbar, Ir H Hamzah kepada BKM saat ditemui di ruang kerjanya baru baru ini. Dijelaskan, untuk angka secara nasional, tanaman sawit telah memberikan andil cukup besar terhadap negara, yakni sekitar Rp400 triliun.
”Angka ini sudah termasuk andil yang telah dimasukkan pada hasil produksi tanaman sawit yang ada di Sulbar,” papar Kadis.
Hamzah mengatakan, potensi dan produksi tanaman sawit ditiga kabupaten di Provinsi Sulbar telah menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Begitu pula dengan kualitasnya, makin baik.
”Kami dari dinas pertanian, peternakan, dan perkebunan Sulbar, terus melakukan langkah komunikasi kepada seluruh pemerintah kabupaten ditiga kabupaten di Sulbar, yakni Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Kabupaten Pasangkayu,” jelas Hamzah.
Selain itu, pihaknya juga membangun komunikasi dengan para pemilik lahan tanaman sawit ditiga kabupaten untuk mengkomunikasikan program peremajaan pada tanaman sawit yang sudah tua dan akan digantikan tanaman baru. Langkah ini juga telah didorong pada pemerintah pusat.
”Kami merespon program pemerintah pusat ini. Program peremajaan tanaman sawit ini bisa akan dilaksanakan di wilayah Sulbar. Jika program ini dilakukan, maka nantinya pada lahan lahan kebun sawit masyaralat yang kurang maksimal produksi hasil buahnya, nantinya akan menjadi tanaman sawit yang akan meningkat pada produktivitas buahnya ketika lahan sawit yang telah dilakukan pergantian tanaman atau peremajaan. Untuk tanaman sawit yang kini sudah berusia 25 tahun, sudah perlu dilakukan peremajaan. Untuk itu, kami akan memprogramkan pelaksanaan peremajaan tanaman sawit yang ada ditiga kabupaten di Sulbar,” ungkap Hamzah. ala/mir/c)
Pengembangan Tanaman Sawit di Sulbar
×

