LUWU, BKM — Sebanyak 44 orang PPK dan 227 anggota PPS se kabupaten Luwu mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) operator SIDALIH (Sistem informasi data pemilih) yang di gelar KPU Luwu di Alua Gedung Bappeda, Sabtu (3/3/2018).
Komisioner KPU Luwu Divisi Program, Perencanaan dan Data, Zulkifli mengatakan, tujuan dari bimtek ini merupakan tindak lanjut dari proses pemutakhiran data pemilih pasca tahapan coklit.
“Bimtek ini dilakukan agar penyelenggara di tingkat PPK dan PPS memahami alur proses dalam melakukan rekap dan pengimputan data pemilih serta melaporkan hasil coklit secara berjenjang,” kata Zulkifli yang di dampingi Sekertaris KPU Luwu Andi Darmawangsa.
Dijelaskannya, bimtek ini juga penting soal bagaimana memberikan pemahaman bagi penyelenggara bahwa data pemilih itu penting.
Karena data pemilih ini adalah cara KPU melakukan perlindungan bagi warga negara.
“Kita salah dalam melakukan pemutakhiran data pemilih, maka salah juga kita dalam melakukan perlindungan bagi warga negara. Bayangkan jika satu saja TPS yang datanya semberono akan mempengaruhi kualitas data satu kabupaten bahkan provinsi dalam melakukan pemilihan serentak 2018,” ungkap Zulkifli.
Dia menambahkan, tahap rekapitulasi daftar pemilihan hasil pemutakhiran akan dilangsungkan oleh tingkat PPS pada tanggal 5 Maret 2018, dan rekapitulasi tingkat PPK di plenokan tanggal 6-7 Maret 2018. Sementara rekapitulasi tingkat kabupaten pada tanggal 10-16 Maret 2018. (irwan musa)

