PAREPARE ,BKM – Harapan warga pedagang terkait persoalan Pasar Semi Modern Lakessi, di Kota Parepare, Sulawesi Selatan sampai saat ini belum terjawab.
Pasar yang dibangun pada tahun 2008 oleh Wali kota terdahulu sebelum Pemerintahan Taufan Pawe tersebut, memang menuai banyak kontroversi.
Disamping belum berfungsi maksimal, warga pedagang juga mengeluhkan beban pungutan sewa lods yang terlalu tinggi. Bangunan terbengkalai, ribuan lods kosong tak berpenghuni.
Calon Walikota Parepare, HM Taufan Pawe, dihadapan warga Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang, memastikan akan memberi solusi yang kongkrit terkait persoalan pasar tersebut.
“Insya Allah, kami sudah siapkan segala hal yang akan menjadi solusi persoalan pasar lakessi. Warga tidak perlu khawatir,”tegas Taufan Pawe.
TP mengungkapkan, sebelum memasuki masa cuti Pilkada sebagai Walikota pihaknya telah melakukan loby dengan pemerintah pusat dan akhirnya berhasil mendapat Dana Insentif Daerah (DID).
“Enam miliar kita siapkan untuk melakukan pembenahan pasar tersebut, mulai dari bangunannya hingga proses pemindahan pedagang yang saat ini masih berada di pasar darurat Ini bukan dana pinjaman sehingga tak membebani keuangan daerah nanti,”terang Taufan Pawe.
Taufan Pawe menjelaskan, Pasar Lakessi dibangun dari anggaran yang bersumber dari dana pinjaman bank dunia sebesar Rp.41,6 Milyar.
Diawal pemerintahannya 2014 lalu, Taufan Pawe, mengaku terkejut lantaran dihadapkan dengan persoalan pembayaran angsuran dari pinjaman yang ditinggal oleh pemerintahan sebelumnya sebesar Rp2,5 M per tahun.
“Keuangan daerah terbebani dengan angsuran dana pinjaman sebesar 2,5 M pertahun selama 24 Tahun,” ucap Taufan Pawe.
Meski begitu, kata Taufan Pawe, pihaknya tidak ingin mengorbankan masyarakat pedagang Pasar Lakessi, dari persoalan yang dihadapi pemerintah selama ini.
“Kami tidak diam, kami tidak tega dengan kondisi yang dialami oleh pedagang kita di Pasar Lakessi. Yang jelas solusinya sudah ada tinggal kita lakukan perencanaan tekhnisnya. Saya tidak ingin lagi ada pungli – pungli disana,”tutup Taufan Pawe. (smr)

