MAKALE, BKM–LSM Kombongan Situru Tana Toraja Sabtu (10/3) di kompleks Pasar Seni dan Tamam Hiburan Rakyat fasilitasi kegiatan hari Stop Kekerasan Pempuan dan Anak tahun 2018.
Giat dirangkaikan dengan dialog publik dengan nara sumber dr Elis Batti, dan Yariana Somalinggi anggota DPRD Tana Toraja.
Demikian pula Lois Ujiana Rongre anggota KPU Tana Toraja, Hermin Lindan serta Lina May dari LSM Makadsar.
”Hari perempuan Internasional bertajuk Partisipasi Pemilih Perempuan Mendorong Kepemimpinan Untuk Mendukung Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak direspon positif masyarakat Toraja,” kata Lenynda Tondok aktipis L Kombongan Situru. Lenynda menjelaskan, kesetaraan gender perjuangan kaum perempuan perjuangkan haknya.
Namun dibalik itu tujuan dan cita-cita belum tercapai kekerasan perempuan dan anak trennya terus naik dari tahun ke tahun.
Lenynda tidak menampik jika kekerasan perempuan dan anak marak di Toraja, ditandai meningkatkan kasus pencabulan anak dibawa umur. Karena itu mengedukasi fenomena tersebut, baik LSM, Media, maupun P2TP2A kerjasama mencari solusi dan titik soal permasalahannya,” kata Lenynda. (agus).

