MAMUJU, BKM — Untuk mengetahui adanya penggunaan dan peredaran bahan makanan yang beredar di pasar tradisional Mamuju, Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar, Enny Anggraeny Anwar melakukan pemantauan di pasar lama dan pasar baru Mamuju, Rabu (21/3).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dan mengetahui adanya penggunaan dan peredaran bahan berbahaya pada makanan yang diperjualbelikan masyarakat di Pasar.
Sesaat tiba di pasar baru sebagai tempat kunjungan pertama, rombongan langsung mendatangi beberapa lokasi, seperti penjual ikan, sayuran, buah-buhan, telur, daging ayam kue dan lainnya. Kemudian dari makanan itu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengambil beberapa sampel untuk diteliti. Namun, dari beberapa sampel makanan tidak ditemukan adanya bahan berbahaya.
Setelah pemantauan di pasar baru, dilanjutkan pemantauan di pasar lama. Di tempat tersebut, ditemukan satu makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Yakni kerupuk ubi yang berasal dari salah satu daerah di Sulbar.
Wagub Sulbar, Enny Anggraeny Anwar mengatakan, Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan ada tidaknya bahan berbahaya pada makanan yang dijual. Mengingat, banyak informasi yang beredar terkait hal tersebut.
”Kita banyak mendengar berita-berita adanya zat-zat berhaya bagi tubuh manusia. Bahkan, ada makanan palsu. Makanya, saya mengajak BPOM bersama tim terpadu untuk melihat, mengecek apakah yang dijual itu aman untuk kesehatan atau tidak,” tutur Enny
Dikatakan, sampel yang sudah dikumpulkan itu akan diperiksa di laboratorium. Jika hasilnya positif mengandung bahan berbahaya, maka akan dilakukan pelarangan menjual makanan tersebut. Untuk itu, dilakukan pengertian dan pembinaan kepada mereka.” tegasnya.
Sedangkan untuk pengawasan, terus rutin dilakukan. Apalagi menjelang bulan Ramadan, Kepala BPOM Sulbar, Netty Nurmuiawaty mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini adalah bentuk konkret dari tim terpadu yang dibentuk Pmprov Sulbar.
Sehingga setiap bulan akan dilakukan hal serupa.
Terkait krupuk ubi yang di curigai mengandung bahan berbahaya, Netty menjelaskan, kalau memang benar mengandung zat berbahaya maka akan dilakukan penulusuran sampai kepada tempat pembuatannya. Begitu pula pada makanan lainnya, jika ditemukan hal serupa. (ala/mir/c)
Wagub Pantau Sejumlah Pasar di Mamuju
×

