GOWA, BKM — Hari TB sedunia yang dicanangkan serentak se Indonesia, Sabtu (24/3/2018) oleh Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek turut dicanangkan di Provinsi Sulsel dan dipusatkan di Puskesmas Pallangga, Kabupaten Gowa.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan pun menindaklanjuti pencanangan itu untuk dilaksanakan secara proaktif oleh para pelaku dan penggiat pengentas penyakit TB (tuberculosis) di Gowa yang dimotori jajaran Dinas Kesehatan, PKK, serta stakeholder yang ada.
Dalam kesempatan itu Bupati Adnan hadir bersama istrinya, Priska Paramita Adnan selaku Ketua TP PKK Gowa, Ketua DPRD Gowa, Ansar Zaenal Bate, Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin.
Turut hadir Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr Salahuddin, Kadis Sosial Gowa, Syamsuddin Bidol para camat dan kepala Puskesmas se kabupaten Gowa.
Dalam sambutannya, Menkes Nila Moeloek mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengakhiri penularan TB di semua wilayah Indonesia.
“Mari kita bersama-sama masyarakat mengetuk pintu warga penderita TB dan berikan edukasi kepada mereka untuk patuh berobat. Mari ajak penderita TB dan kusta untuk tidak menyembunyikan diri. Kita harus putus mata rantai penyebaran virus TB dan kusta,” kata Menkes yang disampaikan Adnan dihadapan masyarakat Gowa yang berkumpul di halaman Puskesmas Pallangga.
Sementara itu Bupati Adnan kepada media usai videoconference dengan Menkes mengatakan program ketuk pintu ini sangat tepat untuk mencari dan menemukan para penderita di tengah masyarakat. Penderita harus mau berobat rutin.
“Kita berharap tahun 2030 mendatang di Gowa tidak ada lagi penderita TB. Kita sudah kukuhkan Ketua PKK Gowa sebagai duta TB dan akan bergiat bersama ormas-ormas. Sekarang sudah terbentuk pos TB pada 89 desa dan dikerjasamakan dengan seluruh kader PKK. Jadi mereka akan melakukan sosialisasi dari pintu ke pintu,” jelas Adnan.
Sementara itu Camat Pallangga, Indra Wahyudi Yusuf mengatakan khusus di Pallangga sudah dibentuk pos TB Desa Panakukang dan menjadi percontohan di Gowa.
Dikatakan Indra, untuk melakukan upaya berantas TB dan kusta di wilayahnya, pemerintah kecamatan bersama Dinas Kesehatan Gowa dan Puskesmas Pallangga melakukan gerakan ‘Sarei Bayao’ artinya pemberian telur kepada penderita TB dan kusta untuk memberikan asupan gizi bagi penderita sebab telur merupakan sumber protein yang tinggi.
“InshaAllah fase 1.000 hari kehidupan dapat tercapai jika kita optimal. Penyakit TB dan akses sanitasi yang buruk yang masih jadi tantangan kami semua dan inilah yang banyak mencuri fase 1.000 hari kehidupan kita,” jelas camat.
Terpisah, Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin didampingi Kepala Puskesmas Pallangga, dr Gaffar mengatakan, memang kasus TB saat ini di Gowa banyak.
Sejak 2017 terdata 1.500-an penderita TB. Namun jumlah penderita terus mengalami penurunan.
Sejak ketuk pintu dilakukan mulai 14-23 Maret 2018, dengan menyasar 16.700 rumah yang tersebar pada 167 desa/kelurahan berhasil mendata penderita suspect 1.670 jiwa.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan berkelanjutan yang positif hanya 167 jiwa itupun penderita baru.
“Kalau suspect itu kan masih dicurigai tapi setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata hanya 167 jiwa yang positif TB (penderita baru),” terangnya.
“Sementara terkait program sarei bayao itu adalah kebutuhan nutrisi bagi penderita yang mendampingi pengobatan selama sembilan bulan berjalan khususnya bagi penderita kusta,” kata kadis kesehatan. (saribulan)

