GOWA, BKM — Dalam rangka memantapkan program pembangunan tahun 2019, Pemkab Gowa melalui Bappeda menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Gowa.
Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019 ini digelar di Gedung Haji Bate Sungguminasa, Senin (26/3/2018).
Musrenbang RKPD TA 2019 ini mengangkat tema ‘Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui Percepatan Pembangunan Daerah dan Peningkatan Mutu Tata Kelola Pemerintahan yang Berkualitas’.
“Pelaksanaan musrenbang kabupaten ini merupakan cerminan sistem perencanaan partisipatif dari masyarakat yang bertujuan untuk menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah dengan arah kebijakan. Mempertajam indikator kinerja program dan kegiatan prioritas serta menyepakati prioritas pembangunan daerah,” kata Taufiq Mursad Kepala Bappeda Gowa.
Dikatakannya, perencanaan yang partisipatif diawali dari musrenbang desa/kelurahan, dan musrenbang di kecamatan yang dilaksanakan mulai 13- 21 Februari 2018 di 18 Kecamatan se -Gowa.
Itu mesti dilaksanakan sebagaimana telah tertuang dalam UU Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, dan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.
“Melalui musrenbang ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh semua SKPD dengan menyusun rencana kerja (Renja) SKPD hasil kompilasi dengan usulan program/kegiatan prioritas kecamatan yang disampaikan kepada tim penyusun RKPD sebagai bahan RKPD Kabupaten Gowa Tahun 2019,” kata Taufiq.
Selain itu, Kepala Bappeda juga menyampaikan bahwa pelaksanaan ini merupakan tahun ketiga penjabaran RPJMD Gowa (2016-2021).
“Berdasarkan hasil evaluasi program dua tahun implementasi RPJMD dari 258 jumlah program yang telah ditetapkan sebanyak 239 program (92,63 persen) telah diimplementasikan dengan baik, dan saat ini tersisa 19 program (7,36 persen) yang belum,” jelas Taufiq.
Sementara itu Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan disela membuka resmi musrenbang tahun 2019 ini mengatakan, musrenbang merupakan rangkaian proses strategis yang dibangun sebagai wahana untuk berdiskusi, berembuk atau melakukan tukar pikiran dan pendapat antar pemangku kepentingan.
Baik pemerintah, akademisi, swasta, LSM, maupun masyarakat yang menjadi momentum penting dalam mengakomodir usulan-usulan pembangunan daerah.
“Jadi dalam diskusi nanti pemangku kebijakan harus mengedepankan aspek top down planning, yang mengakomodir pendapat, saran, masukan, dan pemikiran-pemikiran positif dari bawah karena saat ini dinamika pembangunan cukup kompleks dikarenakan dampak dari globalisasi dan era perdagangan bebas,” tandas Adnan.
Pembangunan yang dilaksanakan saat ini tidak boleh hanya melibatkan satu sektor saja, melainkan perlu membuka pemahaman bahwa pembangunan perlu memberikan peran dan keterlibatan semua sektor.
“Saya berharap melalui musrenbang ini perangkat daerah di lingkup Pemkab Gowa dapat saling berkoordinasi, saling berdiskusi, saling sharing pendapat sehingga dapat memilah kegiatan mana saja yang membutuhkan bantuan dan keterlibatan sektor atau dari SKPD lain agar integrasi pembangunan dapat berjalan secara lebih optimal,” harap Adnan dihadapan peserta musrenbang dari berbagai kalangan yang turut dihadiri Amin Yakub, Kadis Bina Marga Sulsel mewakili Gubernur Sulsel. (saribulan)

