BARRU, BKM– Sekitar 500 an Nasabah BRI Cabang Barru diliputi rasa tidak aman karena ATM miliknya terancam skimming. Namun saat hal ini berusaha dikonfirmasi ke Pimcam BRI, Boedhi Winaryo sulit ditemui, Selasa (27/3). Keterangan berbeda justru diberikan antara Securiry dengan pihak Sopir Pimca bernama Bernard.
Dari pengakuan pihak Security terungkap bahwa Pimpinan Cabang BRI Barru, Boedhi Winaryo, tidak berada ditempat. Padahal Boedhi tetap ada dalam ruangannya. Hanya saja security itu meminta wartawan untuk duduk sebentar di ruang tunggu sembari masuk ke ruangan Pimca melaporkan jika ada sejumlah wartawan yang hendak mengkonfirmasi kekhawatiran sejumlah nasabah yang terancam kena skimming ke Pimpinan Cabang Boedhi Winaryo.
Setelah Security keluar langsung menyampaikan bahwa Pimpinan Cabang sedang keluar. Keterangan ini berbeda dengan pengakuan sopirnya bernama Bernard ketika disampaikan, apakah ada Pak Pimca. Secara spontan Bernard menjawab ada dalam ruangannya.
Dari pantauan aktivitas di Kantor BRI Cabang Barru, situasi agak ramai karena sejumlah nasabah berdatangan untuk mengkonsultasikan ATM nya, agar tidak kena skimming. Hardiansyah salah seorang nasabah BRI cabang Barru mengaku menerima pesan singkat via sms dari BRI untuk membawa kartu ATM untuk dilakukan proses perubahan ke bentuk ATM chip. “Saya sudah datang ke BRI untuk berkonsultasi, ” ujar Hardiansyah. (udi)

