TAKALAR, BKM-Ketua lembaga pemerhati masyarakat Indonesia (LPMI) Kabupaten Takalar, Aristo Safar menilai duet kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Takalar, Syamsari Kitta – H Achmad Daeng Se’ re (SK – HD) jelang 31 Maret mendatang yang merupakan momentum 100 hari kerja belum membuahkan hasil sesuai yang diharapkan element masyarakat Takalar
” 22 program unggulan SK – HD hingga jelang 100 hari kerja belum ada yang bergerak bahkan belum memperlihatkan tanda tanda yang positif,” Kata Aristo Safar, Selasa (27/3).
Aristo Safar, bahkan menilai duet kepemimpinan SK – HD juga belum memberikan kesejukan pada masyarakat, tetapi lebih banyak memunculkan beragam dinamika serta polemik pro dan kontra.
” Beberapa ikon dalam P22 yang fenomenal seperti, bantuan 1 ekor sapi per KK bagi petani, umroh gratis, nikah gratis, membuka lapangan kerja bagi 10.000 orang, hingga pelayanan kesehatan yang bertaraf internasional, sampai sejauh ini belum ada yang terealisasi,” Beber Aristo.
Aristo Safar, berharap Bupati dan wakil Bupati Takalar untuk fokus menjalankan amanah rakyat berdasarkan 22 janji politik yang telah ditawarkan kesembilan Kecamatan yang ada didaerah ini, sehingga visi misi Takalar baru, unggul, sejahtera dan bermartabat bukan hanya slogan sebuah pemerintahan. (ari irawan)

