GOWA, BKM — Ditunjuk sebagai duta TB (tuberculosis) Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan ternyata melakukan kiprahnya bersosialisasi kepada masyarakat. Bukan hanya kepada para kader TB Priska membaur tapi juga ke kalangan penderita TB sekalipun.
Bagi Priska, penderita TB jangan dihindari, jangan dimarginalkan. “Penderita TB itu jangan kita hindari dan jangan pula kita marginalkan. Mereka itu butuh berinteraksi dengan sesama warga. Jika mereka dikucilkan maka mereka akan menjauh, sembunyi, padahal mereka harus berobat teratur agar penyakit TBnya sembuh,” kata istri Bupati Gowa ini saat ditemui disela menyambanginstand Humas Kerjasama Pemkab Gowa di Humas Sulsel Expo 2018 belum lama ini.
Dikatakan Ketua TP PKK Kabupaten Gowa ini, penyakit TB memang menular dan merupakan penyakit menahun dan pembunuh manusia tertinggi setelah jantung namun penyakit ini mudah disembuhkan asal penderitanya patuh (rutin) berobat.
“TB itu menular melalui udara. Tapi TB tidak akan menular jika kita berbicara dengan penderita di ruang terbuka. Yang berbahaya jika kita berbicara dengan penderita dalam ruangan tertutup,” jelas Priska.
Karena itu dalam giat para kader dalam mengeliminasi penyakit TB dikerahkan kader TB ke seluruh pelosok wilayah Gowa. Aksi para kader TB ini melakukan ketuk pintu untuk mencari dan menemukan para penderita TB.
“Jika sudah menemukan maka para penderita TB ini diajak untuk berobat. Dan kepada masyarakat secara umum diberi edukasi tentang penanganan TB agar jika mereka punya kerabat saudara yang TB harus disampaikan kemudian diajak untuk berobat,” kata Priska lagi.
Para kader TB yang dikerahkan melakukan ketuk pintu mencari penderita TB, tambah Priska, telah dibekali pengetahuan tentang cara penanganan dan cara menghadapi penderita TB. “Jadi para kader harus tahu dimana potensi penyakit TB ini bisa menular dan tidak,” tambahnya. (saribulan)

