PANGKEP, BKM — Dari 112 pulau yang ada di wilayah Kepulauan Pangkep, ternyata baru 12 persen yang menikmati fasilitas listrik dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS). Kondisi ini menjadi tanda kalau warga pulau di Kabupaten Pangkep masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan listrik.
Hal ini diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Pangkep, Syahban Sammana, saat menghadiri Seminar Energi Terbarukan Australia-Indonesia. Seminar ini turut dihadiri Menteri Pertambangan, Perminyakan, Perdagangan dan Hubungan Asia Pemerintah Australia Barat, Bill Jhonston.
Syahban mengakui jika masih cukup banyak pulau di wilayah kepulauan yang membutuhkan listrik. Terutama yang menggunakan energi terbarukan. Seperti listrik dengan sistem PLTS.
Mantan kepala Bappeda Pangkep ini menilai, PLTS bukan lagi sebagai energi alternatif. Tapi menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Apalagi, pihak PLN juga masih sangat sulit menyuplai listrik ke wilayah pulau.
Sementara, Menteri Pertambangan, Perminyakan, Perdagangan dan Hubungan Asia Pemerintah Australia Barat, Bill Jhonston, mengapresiasi dan menyambut baik kalau ada dari pemerintah daerah yang menawarkan kerjasama.
”Untuk itu, pihak yang membutuhkan bantuan energi terbarukan, kami memang memiliki teknologi pembangkit listrik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkas Bill Jhonston. (udi/mir/c)
Baru 12 Persen Warga Pulau Nikmati PLTS
×

