GOWA, BKM — SMPN 2 Barombong mewakili Kabupaten Gowa dalam lomba Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sulsel tahun 2018. Materi yang tengah disiapkan dalam rangka tim penilai turun, tak hanya sebatas pembenahan 40 persen fisik (lingkungan hidup), juga 60 persen administrasi pembelajaran, guru dan siswa. Dua hal ini mempunyai hubungan/korelasi yang tak terpisahkan.
Demikian diungkapkan Kepala SMPN 2 Barombong, H Muh Ramli, SPd. MPd, ketika ditemui Berita Kota Makassar di ruang kerjanya, Rabu (28/3). Didampingi Ketua Tim Penyelengara dan Pengelola Adiwiyata SMPN 2, Muh Ramli Salam dan Kasi Tata Usaha, Abd Wahid SSos, Kepsek Muh Ramli mengatakan, lingkungan sekolah harus dibenahi sesuai petunjuk dari pembina Adiwiyata
Tujuannya, untuk menciptakan kondisi pembalajaran di dalam maupun luar kelas agar tercipta konsep belajar aktif yang merupakan ramuan antara belajar aktif dan belajar menyenangkan (aktive learning and joyful learning). Lingkungan hidup tersebut sekaligus jadi alat bantu belajar. Semuanya dilandasi berbagai teori.
H Muh Ramli menguraikan, dengan berkembangnya pembelajaran aktif kreatif, efektif, menyenangkan, dan inovatif yang diterapkan dan dilaksanakan para guru profesional di sekolah ini, masyarakat pun semakin antusias menyekolahkan anaknya di SMPN 2 Barombong. Hal itu tercipta karena perpaduan lingkungan hidup yang bersih dan sejuk dengan sistem pembelajaran berkualitas dan berkarakter.
Ketua Tim Adiwiyata Barombong, Muh Ramli Salam, mengatakan, perpaduan sistem ini cukup efisien. Proses belajar mengajar tercipta dengan baik kondisi lingkungan hidup yang segar dan kondusif. (zai/mir)
SMPN 2 Barombong Wakili Gowa ke Lomba Adiwiyata Provinsi
×

